Asosiasi tenaga kesehatan menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Kesehatan Sampang. Foto: MUTAMMIM/ BANGSAONLINE
Mahrus khawatir, pemecatan tersebut ke depan kembali terjadi dan menimpa nakes lain. Padahal, pemecatan itu cacat administrasi.
"Ini kan lucu, masa iya dipecat secara lisan. Kepala Dinas harus bertanggung jawab dan segera mengambil sikap," ungkapnya.
"Pada demo kali ini, kami (nakes) belum mendapat kepastian tentang pemecatan dan pengusulan PPPK, Dinkes berjanji akan menyelesaikan satu minggu ke depan," tambahnya.
Sementara Plt Kadinkes Sampang, Dwi Herlinda Lusi Harini, saat menemui pendemo berjanji akan memanggil semua kepala Puskesmas untuk klarifikasi terkait tuntutan demo tenaga kesehatan.

Dalam kesempatan itu, Dwi Herlinda tidak menanggapi secara terbuka terkait pemecatan nakes dan pengusulan PPPK paruh waktu.
"Kami sudah memperjuangkan semua nakes, dalam waktu dekat akan memanggil semua Kapus untuk menyinkronkan apa sebenarnya yang terjadi di bawah (Puskesmas)," singkatnya. (tam/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




