KI Jatim saat melakukan monev KIP ke badan publik di wilayah Jatim. Foto: Ist
Ketua KI Jatim, Edi Purwanto, menegaskan bahwa HUT ke-80 Pemprov Jatim harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap keterbukaan informasi.
"Masih begitu banyak yang belum paham akan pentingnya Open Government melalui KIP. Karena itu, aksi-aksi kolaborasi lintas lembaga, diperlukan untuk memastikan setiap badan publik, OPD, dan BUMD menjadikan transparansi sebagai budaya kerja. Ini akan memperkuat akuntabilitas pemerintahan dan kepercayaan masyarakat," ungkapnya dalam keterangan tertulis kepada BANGSAONLINE.com, Sabtu (11/10/2025).
Senada dengan itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur, Agus Muttaqin, menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus berkolaborasi dengan KI Jatim dalam mengawasi dan mendorong perbaikan layanan publik.
"Dengan informasi yang terang, transparan, hal itu sangat linier dengan pelayanan publik. Nah, di HUT ke-80, mari kita tutup celah-celah itu secara kolaboratif. Transparansi bukan beban, melainkan investasi untuk pemerintahan yang lebih baik dan partisipatif bagi seluruh warga Jatim," katanya.
Kedua lembaga ini mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk Pemprov Jatim, OPD, dan BUMD, untuk memperkuat sinergi melalui langkah konkret seperti sosialisasi intensif, pelatihan, dan evaluasi berkala. Tujuannya adalah memastikan pemenuhan hak atas informasi publik demi peningkatan layanan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan komitmen bersama, Jawa Timur diharapkan mampu menjadi teladan nasional dalam tata kelola pemerintahan berbasis keterbukaan. (sta/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




