Pj Gubernur Jatim saat foto bersama pelajar.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Menginjak usia yang ke-79, pemerintah provinsi terus meneguhkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas SDM dalam rangka mendukung Jawa Timur sebagai gerbang nusantara baru.
Salah satu bentuk konkret peningkatkan kualitas SDM ini adalah dengan menguatkan pendidikan pesantren. Penguatan SDM terus dilakukan sebagai program prioritas, dan unggulan yang telah dilakukan dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2019-2024).
Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, menegaskan bahwa penguatan pendidikan diniyah di pesantren menjadi salah satu program prioritas karena ada lebih dari 6.600 pesantren di Jawa Timur, mulai dari pondok pesantren tradisional atau salaf maupun pesantren modern.
“Perhatian untuk pesantren secara nyata kita lakukan dengan memberikan Bantuan Operasional Sekolah Daerah untuk Madrasah Diniyah (Bosda Madin). Program Bosda Madin ini adalah yang dilaksanakan dalam Program Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS),” ucapnya, Senin (14/10/2024).
Program tersebut sengaja digulirkan, lantaran Madrasah Diniyah telah ikut memberikan kontribusi besar dalam rangka meningkatkan keimanan dan kecerdasan bangsa.
“Terlebih kami di Pemerintah provinsi Jawa Timur sangat konsen mendorong peningkatan IPM. Sehingga BPPDGS dan Bosda Madin adalah garda terdepan dalam mendulang peningkatan SDM di lingkungan pesantren,” kata Adhy.
Dengan digelontornya program BPPDGS (Bosda Madin), ia menyeatakan anggaran tersebut bisa digunakan untuk peningkatan kualitas operasional sekolah, dengan harapan bisa meningkatkan kualitas belajar mengajar, sehingga lulusan pendidikan atau sekolah diniyah di pesantren memiliki daya saing yang menonjol.
Adhy kemudian merinci BPPDGS yang telah dialokasikan selama 5 tahun terakhir mencapai lebih dari Rp1 triliun, dan khusus di tahun ini dialokasikan sebesar Rp200.456.190.000,00. untuk 38 kabupaten/kota yang dilakukan dalam 6 bulan pembayaran.
Lebih lanjut ditegaskan Adhy, BPPDGS memiliki sejumlah sasaran program, di antaranya, untuk santri atau warga belajar, untuk siswa Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula atau Wustho, dan untuk program kejar Paket A/B dan Paket A/B Pondok Pesantren.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




