Syailendra Haical atau Haikal (13) santri yang selamat setelah dua hari tertimbun reruntuhan musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. Foto: Detik.com
Kemudian, Abdul Rozi (13), menjalani amputasi kaki hari ini, setelah sehari sebelumnya sudah diamputasi lengan kirinya.
"Untuk Abdul Rozi, tulangnya normal, tidak ada retakan. Tapi pembuluh darah terjepit, aliran nutrisi tidak bagus, dan sudah mengalami nekrosis (jaringan membusuk). Jadi tindakan amputasi memang harus dilakukan," ungkap Antok.
Ia menyebutkan, meski dalam kondisi luka serius, para santri ini menunjukkan mental yang kuat. Tim psikologi rumah sakit turut ikut mendampingi.
"Saya lihat mental anak-anak ini luar biasa. Mereka tetap semangat, bahkan Haikal sudah bisa makan dengan lahap. Ada juga yang terbiasa puasa sehingga makannya sederhana, hanya minta kue," ujar Antok.
Dari 13 santri, satu di antaranya masih berada di ruang ICU untuk observasi ketat. Sementara beberapa pasien yang kondisinya membaik rencananya bisa segera dipulangkan.
"Alhamdulillah, bahkan santri yang sudah diamputasi bisa makan dengan baik, sehari empat kali. Artinya pemulihan berjalan bagus," pungkasnya. (rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




