MALANG,BANGSAONLINE.com - Penebangan pohon beringin besar di Jalan Raya Mondoroko, Singosari tepatnya di depan sebuah SPBU, memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Aksi ini diduga tidak melalui prosedur resmi dan justru dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, yakni pembangunan akses jalan menuju sebuah kawasan yang diduga akan dibangun ruko atau perumahan.
BACA JUGA:
- Pertugas Pemeliharaan Jaringan PLN Tersengat Listrik saat Bertugas di Malang, Begini Kondisinya
- Abdulloh Satar Targetkan Pasangan SALAF Menang 70 Persen di Pilbup Malang Lewat Dapilnya
- Menteri Desa PDTT Berangkatkan Ekspor Perdana Bunga Anggrek BUMD Bersama Singosari ke Taiwan
- Provokasi dan Ganggu Pelayanan SIM, Belasan Orang Diduga Calo di Malang Diamankan Polisi
Padahal, menurut warga sekitar, meski pohon tersebut sudah berusia tua, kondisinya masih kokoh dan sehat.
Alasan penebangan yang dikaitkan dengan faktor keamanan yang dikatakan salah satu pejabat setempat pun dianggap tidak masuk akal.
Apalagi, usai ditebang, bekas lokasi pohon langsung dicor. Dan dilokasi juga diberi patok yang mengarah pada rencana pembangunan jembatan untuk akses jalan sebuah kawasan perumahan atau ruko yang diduga akan dibangun dekat lokasi.
Sejumlah jurnalis melakukan investigasi di lapangan untuk menelusuri kejanggalan penebangan pohon tersebut.
Salah satunya adalah Eko Andrianto, pihak yang disebut menjadi perantara dalam pengerjaan teknis penebangan pohon.
Eko mengakui dirinya hanya membantu proses pemotongan dengan melibatkan delapan pekerja. Ia menegaskan bahwa penebangan ini tidak ada kaitannya dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), melainkan atas permintaan pihak swasta.
“Saya hanya perantara, yang mengurus langsung ada Bu Roshi dari Surabaya. Saya sendiri tetap bekerja di Malang, jadi tenaga di lokasi berasal dari pihak lain,” jelasnya.
Menurut Eko, proses penebangan berlangsung hingga enam hari dan melibatkan 8 tenaga pemotong.
Namun, informasi liar sempat beredar di masyarakat, termasuk kabar adanya pekerja yang jatuh hingga meninggal. Hal ini dibantah dan dinyatakan masih simpang siur.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




