Tanoak KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya ketika menjadi pembicara dalam kegiatan diskusi yang diprakarsai oleh American Jewish Committee (AJC) Global Forum di Yerusalem, Israel. Foto: BBC
Ketiga, kelompok tengah, warga NU di bawah, baik kultural maupun struktural.
“Mereka ini hanya ingin NU maju, sesuai khittah, mereka ingin NU ngurusi umat, baik nasional maupun internasional, sehingga kalau ketua umum salah seperti sekarang ini ya dibilang salah,” tegas Kiai Imam Ghazali Said.
“Jumlah kelompok tengah ini mayoritas, baik mereka NU kultural maupun struktural,” tegasnya.
Prof Kiai Imam Ghazali Said sangat menyayangkan Gus Yahya yang berani menantang arus umat Islam dunia yang mayoritas membela Palestina. Apalagi, menurut penilaian Prof Kiai Imam Ghazali Said, kapasitas Gus Yahya baik sebagai tokoh maupun intelektual sangat tidak memadai.
“Dia hanya jadi permainan orang Israel,” katanya.
Menurut Kiai Imam Ghazali, Gus Yahya tak akan berhenti “bermain mata” dengan Zionis. Apalagi Gus Yahya memiliki penasehat khusus bernama Holland Tylor, warga Amerika Serikat, yang diindikasikan sebagai Yahudi dan agen Zionis.
Menurut Kiai Imam Ghazali, Hollad Tylor inilah yang memberi akses Gus Yahya kepada tokoh-tokoh Zionis di Amerika dan Israel.
Artinya, sebelum mendatangkan Peter Berkowitz, guru besar Stanford University Amerika Serikat, ke dalam acara Akademi Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (AKN) Gus Yahya sudah riwa-riwi dengan Holland Tylor. Bahkan kadang muncul bersama dalam acara-acara resmi NU.
Peter Berkowitz adalah akademisi AS yang sangat vokal membela Israel dan Zionis.
Karena itu seharusnya Rais ‘Aam Syuriah PBNU KH Miftachul Akhyar mengambil langkah tegas.
Tapi sayangnya, menurut Kiai Imam Ghazali Said, ada dua kelemahan Kiai Miftah – panggilan Kiai Miftachul Akhyar.
Apa saja? Silakan tonton Podcast BANGSAONLINE di channel YouTube yang kini sudah ditonton 68.000 penonton itu.
Tapi jangan lupa ditutul subcribe dan like-nya ya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




