Kamis, 28 Mei 2020 23:27

Kasus Ledakan Mercon di Malang: Polisi Buru Pemilik Rumah dan Istri

Selasa, 27 Oktober 2015 18:29 WIB
Kasus Ledakan Mercon di Malang: Polisi Buru Pemilik Rumah dan Istri
HANCUR: Polisi melakukan olah TKP di rumah milik Mawardi, si pembuat mercon. foto: merdeka

MALANG, BANGSAONLINE.com - Sejak rumahnya meledak akibat mercon pada Minggu (25/10), Mawardi sang pemilik buron hingga saat ini. Saat rumahnya meledak dan menelan empat korban jiwa, ayah satu anak itu tidak berada di rumah.

"Kita sedang mengejar pemilik rumah dan orang-orang yang terkait dengan adanya kepemilikan bahan peledak secara tidak sah ini," kata Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata, di lokasi, Senin (26/10).

Singgamata memastikan ledakan bersumber dari bubuk mercon. Dari hasil olah TKP ditemukan beberapa kertas bekas petasan meledak. Polisi juga menemukan sisa bubuk mercon, campuran dari beberapa zat kimia yang sudah siap diledakkan.

"Jadi yang ditemukan sekarang sudah kategori bahan peledak, lebih dari 5 kilogram. Kemarin itu (yang disita) belum berupa bahan peledak, tetapi bahan bakunya," ujar Singgamata.

(Baca juga: Petasan di Malang Meledak Tewaskan 4 Orang, Batal Dipakai Meriahkan Pengajian)

Semua bahan itu ditemukan di reruntuhan bangunan. Selain mercon meledak, juga ditemukan bubuk belum sempat meledak, beberapa selongsong mercon, serta palu yang difungsikan menumbuk bahan-bahan petasan. "Rumah ini digunakan untuk meracik dan membuat bubuk mercon untuk petasan," ucap Singgamata.

Polisi terus meminta keterangan para saksi. Pemilik akan dijerat dengan undang-undang darurat atas kepemilikan bahan peledak tanpa izin. "Kita arahkan nanti ke undang-undang darurat atas kepemilikan bahan peledak," sambung Singgamata.

Saat kejadian, menurut keterangan para tetangga, Mawardi sedang tidak di rumah. Bersama istri dan anaknya, dia pergi karena mertuanya baru saja meninggal di Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Saat kejadian, yang berada di rumah hanya adiknya, Yanto, bersama Yuli dan Syamsul. Ketiganya ditemukan dalam kondisi luka bakar dan meninggal dunia setelah sempat mendapat pertolongan dokter.

Kendati sudah ditelusuri di rumah saudaranya yang berada di Desa Pagelaran Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang, Mawardi tetap belum ditemukan. Informasi terakhir yang dihimpun di lapangan, keberadaan Mawardi plus istrinya masih di seputaran Kabupaten Malang.

Sementara Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Hariyanto Rantesalu, saat ditemui di halaman belakang Mapolresta menjelaskan bahwa kondisi korban bernama Huda saat ini masih belum sehat, dan masih berada diruang ICU RSSA. "Sebagian saksi yang sudah memberikan keterangan menyatakan bahwa Mawardi banyak melayani pesanan (mercon-red) warga selama belasan tahun lamanya," tandasnya. (mlg1/thu/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Selasa, 26 Mei 2020 23:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...