Rais 'Aam segera Copot Gus Yahya? Gus Nadir Minta Kiai Miftah Tunjuk M. Nuh sebagai Plt Ketum PBNU

Rais KH Miftachul Akhyar. Foto: Antara

هذا ما أراهُ واجباً نُصحاً ومَحبَّةً، فاقبَلوهُ منِّي، وأسألُ اللَّهَ أن يُسدِّدَ خُطاكم، ويَجعلكم ذُخراً للإسلامِ والمُسلِمين.

اللَّهُمَّ اجعَلْ هذِهِ الجَمعِيَّةَ مِنبَراً للإصلاحِ، ومَنبعاً للهُدى، وحِصناً لوَحدةِ المُسلِمين. اللَّهُمَّ ألهِمْ رِجالَها رُشدَهُم، ووفِّقْ قادَتَها لما تُحِبُّهُ وتَرضاه، واصرفْ عنها الفِتنَ ما ظهرَ منها وما بَطَنَ، برَحمتِكَ يا أرحمَ الرَّاحمينَ.

والسلامُ عليكم ورحمةُ اللَّهِ وبركاتُه.

الحَقيرُ و الفَقيرُ

نادر شاه حسين

Surat Terbuka kepada Rais ‘Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, yang menurunkan kitab-Nya yang mulia kepada Rasul-Nya Muhammad al-Amin ﷺ. Dengannya Allah melapangkan dada, menerangi hati orang-orang saleh dan arif, serta menjadikannya petunjuk bagi seluruh alam.

Yang mulia Ketua Umum, semoga Allah memberikan taufik kepada Anda untuk segala kebaikan dan kemaslahatan, serta melimpahkan kesehatan dan keberkahan, menjadikan Anda cahaya penerang bagi umat Islam.

Allah Ta‘ala berfirman:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberikan pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa: 58)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”*l

(HR. Bukhari dan Muslim)

Saat ini, Jam’iyah Nahdlatul Ulama sedang menghadapi situasi sulit dan berbagai persoalan, sehingga roda organisasi tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya. Anda tentu lebih memahami dan berpengalaman tanpa perlu saya jelaskan panjang lebar.

Anda—sebagai pemegang amanah tertinggi—telah dipilih oleh Jam’iyah dalam Muktamar Lampung tahun 2021 untuk berada di pucuk pimpinan bahtera besar ini, mengarahkan dan memperbaikinya.

Imam Ibnu Hajar al-Haitami asy-Syafi‘i rahimahullah berkata:

“Meninggalkan perbaikan padahal mampu melakukannya adalah bentuk pengkhianatan kepada umat dan pengkhianatan terhadap amanah.”

(Al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra, Juz 4, hlm. 301)

Namun, hubungan antara Anda dengan Sekretaris Jenderal, serta dengan Ketua Tanfidziyah, tidak berjalan baik. Bahkan, dikabarkan bahwa Anda berulang kali enggan bertemu Ketua Tanfidziyah. Demikian pula hubungan Ketua Tanfidziyah dengan Sekretaris Jenderalnya dipenuhi perselisihan hingga menyebabkan mandeknya banyak pekerjaan dan keputusan organisasi.

Dengan penuh kerendahan hati dan rasa hormat, saya menyampaikan usulan tegas: agar Anda mengumumkan pembekuan tugas Saudara Yahya Cholil, dan menunjuk Prof. Dr. Muhammad Nuh—selaku Ketua Sidang Muktamar di Lampung—sebagai pelaksana tugas sampai Muktamar berikutnya tahun 2027. Saya memandang langkah ini sangat mendesak demi menjaga martabat dan kepentingan Jam’iyah, serta mengembalikan jalannya roda organisasi untuk kepentingan umat.

Allah Ta‘ala berfirman:

“Berpeganglah kalian semua pada tali Allah, dan janganlah bercerai-berai.” (QS. Ali Imran: 103)

Inilah yang saya pandang sebagai kewajiban demi nasihat dan kecintaan. Mohon diterima dengan lapang hati. Semoga Allah meneguhkan langkah Anda, dan menjadikan Anda sebagai penopang bagi Islam dan kaum Muslimin.

Ya Allah, jadikanlah Jam’iyah ini sebagai mimbar perbaikan, sumber petunjuk, dan benteng persatuan kaum Muslimin. Ya Allah, ilhamkanlah kepada para pemimpinnya jalan yang lurus, berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan apa yang Engkau cintai dan ridhai, serta jauhkanlah dari Jam’iyah ini segala fitnah, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, dengan rahmat-Mu, wahai Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

n sangat kompleks. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO