Ilustrasi. Foto: Ist
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Kasus keracunan dalam program MBG atau Makan Bergizi Gratis memantik respons dari Ketua DPR RI, Puan Maharani. Ia juga mendorong evaluasi total terhadap pihak terkait agar tidak ada siswa yang mengalami hal serupa.
"Ya, harus selalu dilakukan evaluasi untuk bisa ditindaklanjuti (kasus keracunan dalam program MBG), agar pelaksanaannya di lapangan bisa menjadi lebih baik, dan jangan sampai anak-anak yang lain kemudian dirugikan," ucapnya di kompleks parlemen, Senin (22/9/2025).
BACA JUGA:
- Menham Pigai Soroti Dugaan Keracunan MBG di Surabaya, SPPG Dinilai Layak Dihentikan
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Petaka! Ratusan Siswa dari 12 Sekolah di Surabaya Keracunan MBG dari SPPG Tembok Dukuh
- Pemkot Kediri Tindaklanjuti Kasus Keracunan 73 Siswa Program MBG
Sebelumnya, 657 siswa di Garut, Jawa Barat, diduga keracunan setelah menyantap menu MBG. Dari ratusan siswa, 19 di antaranya telah dirawat dan sudah pulih.
Sedangkan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) selaku penyedia program yang digaungkan Presiden Prabowo juga ditutup sementara untuk melakukan evaluasi total sembari menunggu hasil uji laboratorium.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan bahwa penutupan merupakan wewenang dari Badan Gizi Nasional (BGN) lantaran daerah hanya menerima manfaat dari program MBG.
"Jadi semua dari izin pendirian sampai pengawasan itu ranahnya BGN, dan sampai saat ini semua masih dikontrol oleh BGN," katanya.
Pemkab Garut saat ini tengah melakukan penanganan medis terhadap siswa yang keracunan di Kecamatan Kadungora.
Tim Dinkes Garut juga melakukan uji sampel menu MBG untuk mengetahui penyebab keracunan ratusan siswa, dan belum diketahui apa penyebabnya. (jo)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




