Lebih lanjut, H. Mustofa mengapresiasi kualitas bacaan para peserta. Menurutnya, peserta dari golongan remaja tampil dengan lantunan Al-Quran yang indah, memperhatikan kaidah tajwid dengan baik.
“Sementara peserta tunanetra mempersembahkan bacaan yang tidak hanya fasih, tetapi juga penuh ketulusan. Suasana di lokasi menjadi sangat mengharukan,” urainya.
Setiap penampilan disambut dengan tepuk tangan meriah dan gema takbir dari para penonton yang hadir. Dukungan moral ini menjadi penyemangat bagi para peserta, terutama mereka yang tampil dengan keterbatasan fisik.
Salah satu penonton, Ustadz Ahmad Miftah, yang juga pengurus Pondok Pesantren Al-Qodiri, mengungkapkan rasa syukurnya karena pesantren yang ia bina dipercaya sebagai lokasi penyelenggaraan cabang penting dalam MTQ tahun ini.
“Ini kehormatan besar bagi kami. Selain mempererat hubungan antara pesantren dan masyarakat, acara ini juga membawa keberkahan tersendiri. Santri dan warga sekitar sangat antusias menyaksikan langsung dan memberi dukungan,” tandasnya.(nga/yud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




