Budi Arie Setiadi. Foto: Kominfo
Mantan orang dekat Gus Dur itu juga mengungkap dugaan pelanggaran lain yang dilakukan oleh Budi Arie. Menurut Mahfud, Budi Arie memerintahkan pejabat yang ditunjuk secara tidak sah itu diberi gaji tinggi, di luar ketentuan standar birokrasi.
“Sampai Dirjen mencari cara agar bisa menggaji orang ini dari dana operasional jabatan. Itu karena diperintah langsung oleh Budi Arie. Padahal seharusnya tidak boleh. Itu sudah melanggar sistem,” terangnya.
Mahfud MD juga menyebut adanya bukti tambahan memperkuat dugaan keterlibatan Budi Arie. Antara lain kesaksian seorang staf yang sempat diminta mengantar kopi ke sebuah ruangan, namun belakangan diketahui bahwa isi cangkir tersebut adalah uang.
Menurut Mahfud, rekaman CCTV yang merekam aktivitas mencurigakan di lingkungan kementerian juga sudah tersedia dan dapat menjadi bahan bukti kuat dalam proses penyidikan.
“Nah, dari bukti CCTV dan pengakuan saksi itu saja sudah cukup untuk mendalami lebih lanjut. Harusnya (Budi Arie) sudah ditetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.
Karena itu Mahfud MD mengeritik penegak hukum yang dianggap lamban. Menurut Mahfud, penegak hukum harus memperlakukan pejabat negara dan rakyat setara. Tak boleh beda perlakuan terhadap pejabat negara dan rakyat biasa. Sebab akan menggerus kepercvayaan publik terhadap hukum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




