KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Mengacu pada data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2018, penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, dengan kontribusi sekitar 73 persen dari total kematian.
Sebagai bentuk upaya peningkatan mutu pelayanan dan sistem kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Kediri menggelar sosialisasi deteksi dini penyakit tidak menular, Rabu (17/9/2025), bertempat di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri.
BACA JUGA:
- Wali Kota Kediri Jelaskan 3 Raperda, dari Jalanan hingga Cadangan Pangan
- Rumah Kerap Bocor, Nenek 76 Tahun di Kota Kediri Terima Bantuan Bedah Rumah Rp20 Juta
- Kegiatan Mlaku Bareng Dipadati Ribuan Warga PSHT Kota Kediri
- Dispendukcapil Kota Kediri Pastikan Fotokopi KTP-el Masih Diperbolehkan Asal Bijak Digunakan
Sosialisasi ini difokuskan pada deteksi dini kanker payudara, kanker leher rahim (serviks), serta Lupus Eritematosus Sistemik (LES).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr Fajri Mubasysyir, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membekali dan meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan di seluruh puskesmas Kota Kediri agar lebih jeli mengenali dan menangani kasus-kasus PTM secara lebih dini.
“Petugas kesehatan membutuhkan pengetahuan yang cukup, terutama terkait penyakit lupus, yang gejalanya bisa menyerupai penyakit lain. Deteksi dan diagnosa yang cepat sangat penting agar pasien bisa segera mendapatkan penanganan,” jelasnya.
Untuk penyakit LES, lanjutnya, ada beberapa gejala yang bisa diamati, antara lain ruam kulit khas berbentuk kupu-kupu, nyeri dan bengkak sendi, kelelahan ekstrem, demam, sesak napas, sariawan, fotosensitivitas (sensitivitas terhadap sinar matahari), serta pembengkakan pada kelenjar, kaki, atau wajah.
LES juga dapat memengaruhi organ dalam seperti ginjal, jantung, paru-paru, dan sistem saraf, sehingga gejalanya bisa sangat beragam.
“Dari gejala tersebut masyarakat bisa segera memeriksakan diri ke puskesmas sehingga bisa terdeteksi lebih awal. LES ini merupakan program baru dari Kementerian kesehatan maka dari itu kita bekali pemahaman kepada para petugas kesehatan agar mereka bisa melakukan screening ke masyarakat yang datang ke puskesmas,” imbuhnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




