Petugas dari BPJS Kesehatan saat melayani salah satu pasien.
“Puskesmas tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga pendampingan berkelanjutan melalui edukasi pola hidup sehat, konsultasi rutin, pemeriksaan laboratorium, serta kegiatan senam bersama,” tuturnya.
Ia menambahkan, edukasi dilakukan secara langsung maupun melalui media sosial agar menjangkau kelompok usia produktif dan remaja yang cenderung kurang peduli terhadap kesehatan.
Ditekankan pula pentingnya konsistensi dalam menyampaikan pesan kesehatan secara sederhana dan mudah dipahami.
“Selain penyuluhan, kami juga rutin melakukan cek kesehatan, edukasi bahaya rokok, mengajak masyarakat rajin berolahraga, menerapkan pola makan seimbang, istirahat cukup, dan mengelola stres. Harapannya, semua itu bisa menjadi pedoman praktis yang mudah diingat,” paparnya.
Menurut dia, pendekatan edukatif FKTP turut berkontribusi dalam menekan klaim pembiayaan kesehatan. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat berdampak pada berkurangnya kebutuhan layanan di rumah sakit rujukan, sehingga mendukung keberlanjutan Program JKN.
BPJS Kesehatan, kata Aulia, akan terus mendorong peningkatan kualitas layanan promotif dan preventif di FKTP. Sinergi ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak peserta dan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya hidup sehat.
“Selain mewujudkan masyarakat yang sehat, langkah ini juga menjadi strategi penting dalam menjaga keberlanjutan Program JKN agar dapat terus memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




