Foto udang yang sedang dijual dipasar
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Isu paparan radio aktif pada udang asal Indonesia di Pasar Amerika Serikat, sangat berdampak kepada petambak lokal.
Para petambak mengeluh, lantaran harga udang di Indonesia menurun drastis hingga 30%. Selain itu, serapan pasar juga menurun drastis, sehingga petambak lokal terpaksa menjual hasil panen dengan harga yang sangat murah.
BACA JUGA:
- TMMD ke-27 Sasar Desa Gadungan, Bangun Sumur Bor untuk Pengairan Sawah Petani
- Pemkab Kediri Gelar Gertek 2025, Kenalkan Inovasi Teknologi Pertanian Modern ke Ribuan Petani
- Hipmi Sidoarjo Salurkan Bantuan Benih Padi untuk Petani
- Petani Kediri Sumringah, Rasakan Kenaikan Harga Gabah Berkat Terobosan Bupati Dhito
Andi Tamsil, Ketua Umum Shrimp Club Indonesia (SCI), mengungkapkan bahwa isu radioaktif kini juga berdampak pada pasar lokal. Masyarakat banyak yang enggan membeli produk udang.
Padahal, Andi menegaskan, sejauh ini hasil penelitian Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) udang lokal bebas dari radioaktif.
Untuk itu, Andi Tamsil berharap pemerintah secepatnya melakukan evaluasi supaya pasar udang lokal kembali normal.
"Diperlukan adanya sosialisasi resmi hasil analisa kepada masyarakat agar kondisi kembali stabil. Pemerintah pun harus menyampaikan informasi secepatnya dan transparan disertai bukti kepada masyarakat dan juga otoritas AS. Jangan sampai ketidakpastian masalah ini berlarut, karena disebabkan akan kehilangan pasar, dampaknya akan sulit dipulihkan," tegas Andi.
Menurutnya, petambak kecil adalah pihak yang paling berat menerima kerugian dari kondisi saat ini.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




