Ilustrasi campak
“Dari data terakhir, ada 17 desa yang sudah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Termasuk di Desa Batukalangan, Bugih, Campor, Dasok, hingga Polagan. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi kami,” ungkapnya, Rabu (3/8/2025)
“Kecamatan Proppo, menjadi wilayah terbanyak kasus campak dengan total sebanyak 70 kasus suspek, 40 positif, 8 negatif. Puskesmas Panaguan mencatat sebanyak 50 kasus suspek, 29 positif, 7 negatif. Termasuk dua pasien meninggal dunia, satu pasien suspek dan satu pasien positif,” imbuhnya.
Ia menambahkan, sebaran kasus tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah, tetapi merata di hampir seluruh puskesmas.
Puskesmas Panaguan menjadi lokasi dengan kasus positif terbanyak mencapai 29 pasien.
“Dengan angka ini, total suspek mencapai 360, dengan 160 positif dan 46 negatif. Sisanya ada yang sembuh dan masih dirawat. Beberapa puskesmas lain juga melaporkan kasus, meski dengan jumlah lebih kecil,” jelasnya.
Ia menegaskan, pihaknya kini memperkuat langkah pencegahan melalui imunisasi, penanganan medis cepat, serta sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menyepelekan gejala awal campak.
“Kami mengimbau masyarakat segera memeriksakan anaknya jika muncul gejala seperti demam tinggi, ruam kulit, batuk, pilek, atau mata merah. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih luas,” pungkasnya. (dim/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




