Suasana rapat koordinasi Wali Kota Batu Nurochman dengan berbagai pihak untuk menjaga kondusifitas di Kota Batu.
"Dari data, banyak anak di bawah umur dan pelajar yang terlibat demo. Faktor penyebabnya karena mereka diajak teman, medsos, dan eksistensi diri. Untuk itu, perlu dilakukan dialog terbuka dengan berbagai pihak untuk menjaga kondusivitas Kota Batu," ujarnya.
Sementara itu, dalam rangka lebih dekat dengan murid, Kepala Kemenag Kota Batu, Kepala Cabdin Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu, Ketua Dewan Pendidikan, dan Ketua PGRI Kota Batu merekomendasikan tiga program penting yang perlu segera dirumuskan bersama.
Pertama tentang mekanisme yang jelas terkait program praktisi mengajar sehingga murid akan terinspirasi dan termotivasi dari kisah sukses para tokoh Kota Batu, mulai dari Wali Kota Batu serta tokoh lainnya.
Kedua, menyiapkan ajang kreasi yang disediakan secara rutin dan terprogram sebagai “panggung” bagi murid untuk unjuk bakat dan talenta serta ekspresi diri yang dapat menambah kepercayaan diri generasi muda Kota Batu.
Ketiga, menyiapkan surat edaran untuk mengatur mekanisme atau ketentuan bagaimana siswa memanfaatkan Gadget secara bertanggung jawab, baik di sekolah maupun di rumah sehingga orang tua dan guru lebih berperan aktif mengontrol dan mendampingi.
Hadir dalam rapat koordinasi tersebut, Wakapolres Batu, Kasatreskrim, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Kemenag, Kepala Cabdindik Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu, Kepala Bakesbang, Pengurus Dewan Pendidikan Kota Batu, Ketua PGRI Kota Batu, Kepala SMP/MTs, SMA/MA, SMK, dan SLB di Kota Batu. (asa/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




