
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Dalam rangka tasyakuran Maulid Nabi Muhammad S.A.W. 1447 Hijriah, dan mensyukuri hari lahir Almukarrom Syeikh Moch. Mukhtarullohil Mujtaba Mu'thi Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, PT Sehat Tentrem menggelar acara santunan kepada puluhan tukang becak, Sabtu (30/8/2025).
Bertempat di gudang pemasaran PT. Sehat Tentrem, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, santunan tersebut dihadiri Marketing Pemasaran PT. Sehat Tentrem Safri Al Hilmi, Divisi Penjualan PT. Sehat Tentrem Nono Ismanto, Bidang Pemasaran BPJS Jombang Rendi Muklis, serta 90 tukang becak.
Selain santunan rutin bulanan, PT. Sehat Tentrem juga memberikan santunan kematian kepada salah satu tukang becak yang tergabung dalam Paguyuban Sedulur Becak Sehat Tentrem Jombang, yakni almarhum Kismani (69), warga Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan.
Santunan kematian sebesar Rp42 juta diserahkan secara simbolis kepada istri almarhum, Sumarni dan menantunya, Nanik.
"Terima kasih buat PT. Sehat Tentrem dan BPJS yang telah memberikan santunan kepada almarhum," ucap Nanik.
Diungkapkan Nanik, santunan ini sangat bermanfaat bagi ahli waris, sebab digunakan untuk keperluan proses usai kematian almarhum serta kebutuhan mertuanya.
"Ini buat kebutuhan hidup mertua saya karena sudah tidak ada yang menafkahi lagi. Dengan adanya santunan ini sangat membantu kami," ungkapnya.
Tak lupa, pihak ahli waris Bapak Kismani juga mengucapkan terima kasih pada pemilik PT Sehat Tentrem, Muhammad Subchi Asal Tsani, beserta keluarganya.
Staf Pemasaran BPJS Jombang, Rendi Muklis, memberikan apresiasi pada PT. Sehat Tentrem, yang sudah memberikan iuran berupa BPJS ketenagakerjaan pada sebanyak 200 tukang becak di Kota Santri.
"PT. Sehat Tentrem ini sangat luar biasa, telah memberikan iuran kepada tukang becak dengan dua manfaat, yakni kecelakaan kerja sama kematian," ucapnya.
Dikatakan, iuran yang dibayarkan cukup ringan, yakni satu tukang becak cuma Rp16 ribu per bulan. Tapi manfaatnya luar biasa, BPJS ini akan mengcover biaya pengobatan jika ada risiko saat bekerja.
"Jadi jika tukang becak ini dalam aktivitas menjalankan pekerjaannya ini terjadi kecelakaan kerja pengobatan perawatan ditanggung sampai sembuh, terus ada upah pengganti selama tidak bisa bekerja sebesar Rp1 juta per bulan. Juga ada santunan kematian sebesar Rp42 juta," terangnya.
"Kalau terjadi kecelakaan hingga meninggal dunia akan mendapat santunan sebesar Rp70 juta, dan dua orang anaknya yang masih sekolah itu mendapat beasiswa mulai dari TK hingga perguruan tinggi," imbuhnya.
Pihak BPJS juga memberikan plakat atau penghargaan kepada PT Sehat Tentrem sebagai perusahaan yang tepat waktu dalam pembayaran iuran BPJS.
Sementara, Safri Al Hilmi mengatakan, program ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang juga sejalan dengan tagline perusahaan, yakni 'Untuk Indonesia Raya'.
"Kita daftarkan seluruh anggota komunitas sedulur becak sehat tentrem ke BPJS Ketenagakerjaan. Jadi manfaatnya banyak, misalkan ada kecelakaan kerja mereka bisa mengklaim secara gratis. Jika ada yang meninggal juga dapat santunan kematian dari BPJS," pungkasnya.
Selain penyerahan santunan kematian, PT. Sehat Tentrem juga menggelar kegiatan santunan kepada tukang becak se-Kabupaten Jombang, yang diadakan secara rutin satu bulan sekali. (aan/rev)