Rumah Karnianto yang sedang dibangun oleh Opshid DPD Ngawi. Foto: ZAINAL ABIDIN/ BANGSAONLINE
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Dalam rangka mensyukuri peristiwa Sumpah Pemuda dan hari lahir Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Organisasi Pemuda Shiddiqiyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (Opshid FKYME) membangun 65 unit rumah bagi warga tidak mampu di seluruh Indonesia.
Program yang diberi nama rumah syukur itu salah satunya menyasar warga Desa Pleset, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi. Adalah Karnianto (38), salah satu warga Desa Pleset yang beruntung menerima program tersebut dari Opshid.
BACA JUGA:
- Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Pemkab Lamongan Apresiasi Pemuda Berprestasi
- Peringati Hari Sumpah Pemuda, Pemkab Lamongan Beri Apresiasi Warga Solokuro Pelestari Benih Lokal
- Peringati Hari Sumpah Pemuda, FKBN Kediri Gelar Festival Band Pelajar Bela Negara 2025
- Tasyakuran Maulid Nabi, PT Sehat Tentrem Berikan Santunan ke Tukang Becak di Jombang
Pria yang sehari-harinya mencari ikan di sungai tersebut mengaku sebelumnya tak punya firasat apa pun untuk memiliki rumah yang layak huni. Selama ini, ia bersama istri menempati tanah peninggalan orang tuanya.
Tanah tersebut lalu didirikan bangunan dari gedhek (bambu), yang juga hasil dari pemberian teman Karnianto.
"Saya tidak berpikir sebelumnya mempunyai rumah bagus. Dan saya juga tidak mengenal dengan yang membangun rumah ini sebelumnya," tutur Karnianto.
Pria yang tidak tamat pendidikan sekolah dasar (SD) tersebut menceritakan, awalnya pada tanggal 14 September lalu dihubungi seorang pengurus Opshid DPD Ngawi. Ia pun terkejut. Apalagi Karnianto tidak mengenal para pengurus maupun organisasi tersebut.
"Saya hanya dihubungi melalui HP kalau rumah saya ini akan dirobohkan. Setelah bertemu langsung, baru diberitahu kalau saya dibangunkan rumah dan saya disuruh membersihkan isi dan barang-barang," jelasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




