Pemberian imunisasi campak kepada siswa-siswi di MI Al Islam Candisari, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Selasa (26/8/2025). Foto: ANTARA/Alimun Khakim
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Sepanjang 2025, total ada lima kasus campak di Kabupaten Lamongan yang ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Dari lima kasus itu, semuanya dapat ditangani dengan baik.
"Alhamdulillah semua pasien sudah tertangani dengan baik," ujar dr. Mafidhatul Laely, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Lamongan.
BACA JUGA:
- Genjot Produktivitas Padi, Bupati Lamongan Salurkan Combine Harvester
- Lantik 34 Pejabat, Bupati Lamongan Tekankan Profesionalisme dan Integritas
- Viral Isu Dugaan Perselingkuhan Camat Karanggeneng, Ini Kata Sekda Lamongan
- Upaya Pertahankan Swasembada Pangan, Pemkab Lamongan Siapkan Langkah Atas Kekeringan
Ia mengungkapkan, bahwa tiga dari dua kasus campak merupakan impor dari luar kota.
"Kasus impor ini terjadi karena pasien sebelumnya bepergian keluar daerah. Pasien mendampingi keluarga opname di RSUD Dr Soetomo Surabaya dan di rumah sakit di Pasuruan," ujarnya.
Sejauh ini, lanjut Mafidhatul, belum ada kasus besar atau penularan masif di Lamongan. Meski demikian, Dinkes Lamongan melakukan langkah antisipasi. Antara lain dengan pemantauan kondisi pasien melalui puskesmas, pemantauan epidemiologi, serta sosialisasi pentingnya imunisasi rutin lengkap.
"(Adanya kasus) Ini juga menjadi edukasi bagi masyarakat bahwa imunisasi adalah benteng utama untuk melindungi anak dari campak," jelasnya.
Menurutnya, gejala campak biasanya ditandai sejumlah gejala. Meliputi ruam merah pada kulit, demam, batuk, pilek, dan mata merah.
"Segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat jika muncul gejala tersebut," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






