Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pasar Soponyono. Foto: Devi Fitri Afriyanti/BANGSAONLINE
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Distribusi beras medium di pasar tradisional terus disisir oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Gubernur Khofifah meninjau Pasar Soponyono Surabaya, Senin (25/8/2025) pagi untuk memastikan ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi masyarakat.
BACA JUGA:
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
- Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Khofifah Apresiasi Paskibra Bersatu Lintas Jenjang
Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah berdialog dengan sejumlah pedagang pasar, menanyakan apakah ada kesulitan pasokan beras medium.
Ia menanyakan ada yang menjadi kendala, dan memastikan agar kendala tersebut segera diatasi sehingg stok beras medium SPHP terus tersedia bagi masyarakat.
Tak hanya itu, didampingi Kepala Disperindag Jatim Iwan, Gubernur Khofifah juga membagikan beras SPHP kemasan 5 kg kepada para pembeli di pasar. Pembagian beras ini sontak disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat.
"Beras menjadi konsumsi tertinggi di masing-masing keluarga, maka saya ingin cek supaya distribusi SPHP itu bisa terjangkau oleh masyarakat. Alhamdulillah, SPHP di Pasar Soponyono Surabaya ini relatif stabil, tidak di atas HET," kata Khofifah.
Dalam pantauan di Pasar Soponyono, harga beras premium tercatat Rp15.000 per kilogram, sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14.900 per kilogram.
Kebutuhan beras SPHP sendiri kata Khofifah, sangat tinggi di masyarakat. Oleh karenanya ia meminta agar supply beras SPHP dapat ditambah sehingga memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Saya tanya ke toko tadi, masyarakat lebih banyak beli beras medium atau premium. Mereka sampaikan lebih banyak beras medium. Berarti SPHP kebutuhannya sangat tinggi," katanya.
"Yang seperti ini tentu kita berharap Bulog bersama Bapanas (Badan Pangan Nasional) bisa mendistribusikan dengan lebih lancar lagi, lebih merata lagi dan lebih menjangkau lagi," tambahnya.
Selain beras, Khofifah juga mengecek harga sejumlah komoditas pangan lain yang kerap menjadi penyumbang inflasi. Berdasarkan data per 24 Agustus 2025, gula pasir dijual Rp17.000/kg (HET Rp17.500), minyak goreng curah Rp19.000/kg, dan minyak goreng kemasan Minyakita Rp17.000/kg (HET Rp15.700).
Untuk kebutuhan pokok lainnya, harga tepung terigu berada di Rp12.500/kg. Sementara itu, komoditas hortikultura juga menunjukkan tren positif.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




