H. Yusuf Hidayat, Sekjen Barisan Gus dan Santri (Baguss)
"Jumlah kabupaten/kota dan desa di Jatim jauh lebih banyak dari Jabar. Ini faktor yang menyumbang angka kemiskinan tinggi. Sebab desa memiliki keterbatasan akses infrastruktur, fasilitas pendidikan, kesehatan dan transportasi," ujar Yusuf.
Yusuf melanjutkan secara geografis Jatim lebih luas dari Jabar dengan luasan 47.803,49 km², sedangkan, sedangkan Jabar 35.377,76 km².
Yusuf menambahkan jarak Jatim ke Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan bisnis sangat jauh. Sementara Jabar sangat dekat dengan Jakarta, bahkan sejumlah kabupaten dan kota di Jabar menempel dengan Kota Jakarta.
"Wilayah Jabar menempel dengan Jakarta. Bahkan warga Jabar banyak yang bekerja di Jakarta. Ini menjadi perbedaan yang kontras antara dua provinsi tersebut.
Yusuf mengungkapkan, justru dengan tantangan geografis dan jumlah penduduk desa yang sangat banyak. Justru Gubernur Khofifah bisa memaksimalkan potensi yang ada, sehingga meningkatkan kesejahteraan.
Menurutnya, di bawah kepemimpin Gubernur Khofifah. Angka kemiskinan di Jawa Timur bisa turun hingga dua digit. Ini membuktikan program-program pro rakyat berjalan dengan baik. Di bidang ekonomi, investasi pun terus tumbuh.
"Pertumbuhan ekonomi di Jatim pun tertinggi nomor dua setelah Jakarta. Ini menunjukkan keberhasilan Gubernur Khofifah beserta Wagub Emil Dardak dan Sekdaprov Adhy Karyono. Mereka bahu membahu menjadikan Jatim sebagai gerbang baru nusantara," pungkasnya. (mdr/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




