Bukan Partai Dinasti, Musda Golkar Surabaya Janjikan Suksesi yang Demokratis

Bukan Partai Dinasti, Musda Golkar Surabaya Janjikan Suksesi yang Demokratis PD Golkar Surabaya

Pemilik suara tersebut terdiri dari unsur DPD Provinsi, DPD Kota, Dewan Pertimbangan, organisasi pendiri dan yang didirikan, serta 31 Pimpinan Kecamatan Partai Golkar se-Kota .

Namun, jika ada tokoh potensial yang dinilai layak memimpin namun belum memenuhi salah satu syarat administratif, mereka masih bisa maju apabila memperoleh rekomendasi khusus dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Menariknya, Asrofi menekankan bahwa Partai Golkar bukan partai dinasti atau monarki. 

“Golkar ini partai terbuka dan demokratis. Suksesi kepemimpinan tidak diwariskan, tapi diputuskan melalui musyawarah,” ujarnya. Bahkan, sejak dulu, belum pernah ada Ketua DPD Golkar yang menjabat dua periode secara berturut-turut, sebuah tradisi yang memperkuat semangat regenerasi.

Selain pemilihan ketua baru, Musda XI juga akan membahas dua agenda penting lainnya: evaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus 2020-2025 dan penyusunan program kerja lima tahun ke depan.

Kegiatan ini rencananya akan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dan anggota DPR RI Dapil 1 Jatim, Adies Kadir.

Musda DPD Partai Golkar bukan sekadar ajang seremonial, melainkan momentum strategis untuk menentukan arah baru kepemimpinan partai lima tahun ke depan. 

Dengan proses seleksi yang ketat namun terbuka, serta komitmen untuk menjaga nilai-nilai demokrasi internal partai, Golkar menegaskan dirinya sebagai partai modern yang siap bersaing dan terus relevan di tengah dinamika politik kota. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Angkot Terbakar di Jalan Panjang Jiwo, Sopir Luka Ringan':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO