JEMBER,BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk melakukan percepatan atasi kelangkaan BBM di Jember akibat kemacetan di Ketapang dan dampak ditutupnya Jalur Gumitir.
Jalur Gumitir menjadi merupakan jalan nasioal yangt menjadi penghubung Kabupaten Jember dengan Kabupaten Banyuwangi.
BACA JUGA:
- KAI Daop 9 Jember Tutup 11 Perlintasan Liar usai Tiga Insiden Kecelakaan Kereta
- Pemprov Jatim Raih Opini WTP BPK ke-11
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur Khofifah dan 1.125 Warga Angkut 10 Ton Sampah di Surabaya
- Gubernur Khofifah Tinjau Proses Ambil Pin dan Verifikasi Data Calon Murid di 2 Sekolah Madiun
Secara khusus, dampak yang dirasakan ialah terkait Bahan Bakar Minyak (BBM) di kawasan Jember mengingat suplai dilakukan dari Tanjung Wangi Banyuwangi.
Gubernur Khofifah menerima Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Aji Anom Purwasakti Jatimbalinus untuk menjelaskan kondisi terkini. Pertemuan ini digelar di Kantor Gubernur di Jalan Pahlawan Nomor 110 Surabaya, Rabu (30/7/2025).
Dalam pertemuan ini, Khofifah mendapatkan kepastian mengenai distribusi, suplai dan stok BBM untuk SPBU di Jember.
Ia menyebut setelah sebelumnya pemenuhan BBM untuk Jember dan sekitarnya dipasok dari Tanjung Wangi - Banyuwangi, saat ini suplai didatangkan dari Surabaya dan Malang, hari ini (30/7/2025) juga dilakukan penambahan pasokan dari Terminal BBM wilayah Jawa Tengah dan DIY yaitu Semarang, Maos, Rewulu serta Boyolali.
Selain itu, lanjut Khofifah, Pertamina telah memberikan pasokan rata-rata harian normal sebesar 982 KL bagi 40 SPBU di Jember. Akan tetapi, kondisi pasca penutupan Jalur Gumitir pasokan dimaksimalkan mencapai 1.300 Kl.
Maka dari itu, Khofifah berpesan kepada masyarakat khususnya warga Kabupaten Jember agar tidak melakukan panic buying. Sehingga tidak terjadi pembelian berlebih yang dampaknya bisa menyebabkan kelangkaan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




