Tampak dalam pertemuan informal di PP Aamanatul Ummah 02 Leuwimunding Majalengka, Senin (28/7/2025), Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim (baju putih), Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk (pakai jubah) dan Aay Kandar Nurdiansyah, Camat Majelangka (pakai seragam Camat duduk paling kanan atu ujung kanan). Foto: MMA/bangsaonline
Yang menarik, dalam acara informal itu Camat Majalengka Aay Kandar Nurdiansyah mengucapkan terima kasih kepada Kiai Asep karena wilayah yang dipimpinnya kini terkenal secara nasional. Menurut mantan Camat Leuwimunding itu, kini Kecamatan Leuwimunding dan bahkan Kabupaten Majalangka popular secara nasional.
“Berkat Kiai Abdul Chalim diangkat sebagai pahlawan nasional,” kata Aay Kandar Nurdiansyah dalam bahasa Sunda. Camat Aay Kandar datang pada gelombang pertama.
Makam Kiai Abdul Chalim memang berada di lingkungan Pondok Pesantren Amanatul Ummah 02 Leuwimunding Majalengka Jawa Barat.
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Ketua Umum PBNU tiga periode yang juga Presiden ke-4 RI pernah ziarah ke makam KH Abdul Chalim, jauh sebelum Kiai Abdul Chalim ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
Pada tahun 2024, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meresmikan kawasan makam KH Abdul Chalim sebagai desa wisata religi. Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno meresmikan kawasan tersebut pada Selasa tanggal 23 Juli 2024.

Seperti ditulis BANGSAONLINE, KH Abdul Chalim adalah salah seorang ulama pendiri NU dan pejuang kemerdekaan RI. Pada 10 November 2023 Kiai Abdul Chalim ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
Kini makam KH Abdul Chalim banyak didatangi para peziarah dari berbagai daerah. Bahkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tumbuh pesat di kawasan makam Kiai Abdul Chalim tersebut.
“Sekarang perekonomian tumbuh dan berkembang di sini. Banyak sekali toko-toko baru dan usaha baru buka,” tutur Kiai Asep kepada BANGSAONLINE sembari menunjukkan beberapa lapak orang jualan di pinggir jalan.
Usai shalat maghrib Kiai Asep dan rombongan ziarah dan membaca tahlil di makam Kiai Abdul Chalim. Termasuk Bu Nyai Alif Fadhilah. Tahlil itu dipimpin langsung oleh Kiai Asep, sementara doa dipimpin Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk.
Usai ziarah ke makam abahnya, Kiai Asep dan rombongan langsung balik ke Surabaya. Rombongan Kiai Asep naik kereta api dari stasiun KA Cirebon. (MMA)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




