Papan Kodes Gerai Sembako Koperasi Desa Merah Putih Desa Pucangan tampak sudah diturunkan oleh PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat.
Berdasarkan penilaian-penilaian tersebut, maka sesuai dengan surat perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani antara Dr. H. Anas Alhifni, S.EL.M.Si. selaku Direktur Utama PT Perekonomian Sunan Drajat dan Santiko selaku Kepala Desa Pucangan Kecamatan Montong, pada Bab VIII, maka pihak PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat dapat membatalkan sepihak perjanjian tersebut dan menarik diri.
"Kami dari PT Perekonomian Sunan Drajat sebagai mitra kerja selama ini telah memberikan banyak kontribusi dalam proses perencanaan, pendirian, pengurusan legalitas, kegiatan operasional, tetapi hal tersebut tidak diakui dalam kegiatan resmi, dan kami putuskan untuk menarik diri," paparnya.
Kendati demikian, PT Perekonomian Sunan Drajad menyatakan siap berkomitmen untuk mensupport program Kopdes Merah Putih yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menggerakkan perekonomian di desa.
"Kami tetap akan support Kopdes Merah Putih yang digagas oleh Pak Presiden RI Prabowo Subianto. Dan Alhamdulillah saat ini sudah ada di beberapa titik yang sudah kami support, baik permodalannya dan pendampingannya, seperti di Gresik, Palang Tuban, Rengel Tuban, dan Baureno Bojonegoro," ujarnya.
Terpisah, Direktur Sarana dan Prasarana PT. Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat, Mohammad Khomsun, saat dihubungi membenarkan pemutusan kontrak ini. Bahkan, semua aset mulai Selasa hari ini ditarik oleh manajemen dan dipindahkan ke desa yang lain.

"Iya, ini kami bersama tim sudah mengambil kembali aset-aset milik PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat, yang dikerjasamakan dengan pihak Kopdes Pucangan," ungkapnya.
Khomsun mengungkapkan, Kades Pucangan dan Ketua Kopdes usai peresmian KDMP sempat datang ke manajemen, untuk menyampaikan kronologi tidak adanya penyebutan keterlibatan PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat.
"Mereka bicara ke kami, mengaku nervous, gugup, sehingga tidak menyebutkan support kami. Tapi anehnya malah menyebutkan support dari BUMN. Padahal sejatinya itu tidak ada," tuturnya.
Sementara itu, BANGSAONLINE.com masih berupaya mencari konfirmasi Kepala Desa Pucangan, Kecamatan Montong dan Ketua KDMP Pucangan. (wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




