Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jember, Sartini
Dari hasil sementara, Sartini optimis sebagian besar dari 10 koperasi tersebut telah memenuhi kriteria kesiapan.
Bahkan, mereka diarahkan menjadi bagian dari koperasi tematik sesuai potensi wilayah masing-masing—seperti tematik padi, sayur, telur, ayam, dan ikan.
Menurut Sartini, koperasi-koperasi ini nantinya akan menjadi penyokong utama dalam program makan bergizi gratis (MBG) melalui Skema Pemenuhan Pangan Gratis (SPPG).
Peran koperasi dalam menyalurkan hasil produksi petani dinilai krusial untuk menyuplai kebutuhan program tersebut.
“Melalui KDMP inilah bahan pangan dari petani akan disalurkan untuk mendukung program SPPG,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Bulog Jember, Ade Saputra, mengonfirmasi bahwa pihaknya siap bersinergi dengan koperasi.
Menurutnya, skema kerja sama akan memungkinkan koperasi berperan sebagai penghubung antara petani dan Bulog dalam penyerapan hasil panen, seperti gabah.
“Koperasi akan menjembatani pembelian hasil petani. Gabah yang dibeli oleh koperasi atau dititipkan oleh petani nantinya bisa dijual ke Bulog. Ini yang menjadi bentuk kerja samanya,” jelas Ade.(nga/yud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




