Kepala Kantor Imigrasi Kediri, Antonius Frizky Saniscara Cahya Putra dan jajaran saat menunjukkan barang bukti dan WNA pelanggar keimigrasian. (Ist).
KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri telah melaksanakan Operasi Wirawaspada 2025, berdasarkan surat Plt. Dirjen Imigrasi Nomor IMI.5 GR.03.06-614 tanggal 9 Juli 2025 tentang pelaksanaan Operasi Wirawaspada Pengawasan Orang Asing secara serentak di seluruh Wilayah Indonesia Tahun 2025.
Operasi Wirawaspada 2025 ini, dilaksanakan dalam rangka memperkuat pengawasan keimigrasian serta penegakan hukum terhadap pelanggaran keimigrasian secara menyeluruh, efektif dan terkoordinasi.
BACA JUGA:
- Di Pertemuan Rutin Himasal dan Lim, Gus Qowim: Ulama dan Umara Harus Sinergi dengan Masyarakat
- Ular Piton 2 Meter Muncul di Pekarangan Rumah Warga, Damkar Pos Grogol Kediri Lakukan Evakuasi
- Ketua Caretaker DPD AMPI Ajak Gen Z Lestarikan Kuliner Legendaris Berbumbu Rempah
- Pengukuran Ulang Jadi Solusi Sengketa Tanah di Tawang Kediri
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri, Antonius Frizky Saniscara Cahya Putra, dalam rilis yang diterima BANGSAONLINE, Jumat (18/7/2025) menjelaskan bahwa Operasi Wirawaspada 2025 berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 15 - 16 Juli 2025 dengan melibatkan sejumlah 42 (empat puluh dua) pegawai yang dibagi ke dalam 7 (tujuh) tim yang melakukan pengawasan.
"Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kediri yaitu Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Jombang,"kata Antonius Frizky.
Menurut Antonius Frizky, target Operasi Wirawaspada 2025 adalah Warga Negara Asing yang menjadi Target Operasi dari Direktorat Jenderal Imigrasi, Warga Negara Asing yang menjadi Target Operasi dari Kantor Imigrasi dan Laporan dari masyarakat.
"Operasi Wiraswaspada dilaksanakan di Perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) dan wilayah yang dicurigai menjadi konsentrasi Warga Negara Asing. Untuk pemeriksaan di perusahaan, Tim dari Kantor Imigrasi Kediri tidak menemukan adanya Warga Negara Asing yang melakukan pelanggaran hukum keimigrasian dan semua Tenaga Kerja Asing (TKA) memiliki Izin Tinggal Keimigrasian sesuai aturan yang berlaku,"urainya.
Namun ketika Operasi Wirawaspada 2025 dilaksanakan di daerah yang diduga menjadi tempat konsentrasi Warga Negara Asing.
Menurut Antonius Frizky, Tim berhasil mengamankan 3 (tiga) WNA (Warga Negara Asing) yang terdiri dari 2 (orang) pria berkebangsaan Pakistan inisial AB dan kebangsaan Yaman inisial MAS dan 1 (orang) wanita berkebangsaan Jepang inisial MO.
"Untuk Warga Negara Pakistan inisial AB dan Warga Negara Jepang inisial MO diamankan di sebuah lembaga kursus dan untuk Warga Negara Yaman inisial MAS diamankan di sebuah tempat tinggal berbentuk kost,"terangnya.
Masih menurut Antonius Frizky, untuk Warga Negara Pakistan inisial AB dan Warga Negara Yaman inisial MAS diketahui bahwa izin tinggalnya telah berakhir dan untuk Warga Negara Jepang inisial MO diketahui menggunakan visa yang tidak sesuai peruntukannya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




