Sambil Menangis, Pemilik Pabrik Sandal Berlafadz Allah Meminta Maaf

Sambil Menangis, Pemilik Pabrik Sandal Berlafadz Allah Meminta Maaf Owner PT Pradipta Perkasa Makmur, Lou Hwa. foto: syuhud/BANGSAONLINE

Ditanya soal 7 peryantaan yang telah dikeluarkan MUI? Lou Hwa mengaku akan menaati semua isi surat pernyataan itu. Dia akan menjalankan semua isi surat peryataan tersebut, dan dia menyerahkan kasus itu kepada hukum yang berlaku. "Silahkan pihak berwajib memroses kasus tersebut," jelasnya.

(Baca juga: Kasus Sandal Berlafadz Allah: MUI Gresik Keluarkan 7 Pernyataan)

Lou Hwa menambahkan, paska terbongkarnya sandal berlafadz Allah, produksinya langsung dihentikan. Namun, aktivitas produksi pabrik yang membuat sandal lain tetap berjalan. Dia memastikan mesin pencetak sandal yang menghebohkan itu tidak akan digunakan lagi. "Kami belum bisa menghitung berapa kerugian yang kami derita. Tapi, kami memastikan kami tidak akan membuat sandal seperti itu," pungkasnya.

(Baca juga: Dijaga Banser atas Perintah PWNU, Pabrik Sandal Berlafadz Allah tetap Berproduksi)

Sekadar diketahui bahwa kabarnya, produksi sandal Glacio dengan lafal Allah itu sudah dilakukan PT Pradipta Perkasa Makmur sejak setahun lalu. Rinciannya adalah, pada September 2014 ada 12.000 pasang, Desember 2014 ada 6.000 pasang, Maret 2015 tersebar 7.420 pasang, April 2015 diproduksi 12.000 pasang, Juli 2015 ada 12.000 pasang, Agustus 2015 ada 16.500 pasang, September 2015 ada 10.150 dan Oktober 2015 ada 6.000 pasang. (hud/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO