Gubernur Khofifah memberikan sambutan saat Gala Dinner bersama Majelis Senat Akademik PTN BH se-Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Ist)
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan optimismenya bahwa Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) menjadi lokomotif inovasi dan memberikan solusi konkret di tengah tantangan disrupsi teknologi yang kian pesat.
“Disrupsi teknologi telah mengubah lanskap dunia kerja secara signifikan. Banyak pekerjaan yang kini digantikan oleh mesin dan kecerdasan buatan,” ujar Gubernur Khofifah saat Gala Dinner bersama Majelis Senat Akademik PTN BH se-Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (19/6/2025) malam.
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
“Karena itu, PTN BH harus hadir sebagai garda terdepan untuk melahirkan inovasi dan memecahkan berbagai persoalan bangsa. Seperti membuka peluang kerja baru dan menjawab tantangan zaman,” imbuh Khofifah.
Ia mencontohkan penggunaan teknologi dalam sektor peternakan yang disaksikan saat mendampingi Wapres RI Gibran Rakabuming Raka di Blitar. Di sana, sebuah peternakan ayam petelur mampu mengelola 24 ribu ekor hanya dengan tiga orang pekerja, berkat sistem digitalisasi dan otomasi.
“Ini menjadi refleksi kita bersama, bahwa teknologi dapat menggantikan manusia jika kita tidak mampu beradaptasi. Maka dibutuhkan inovasi yang tidak hanya canggih, tetapi juga memberdayakan,” tegasnya.
Maka dari itu, Khofifah menekankan pentingnya peran strategis perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam merespons berbagai persoalan bangsa, termasuk persoalan rendahnya serapan tenaga kerja akibat transformasi digital.

Melalui pertemuan ini, diharapankan menghasilkan kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong kemandirian bangsa, dan memperkuat daya saing di era digital.
Menurutnya, peran dan kontribusi nyata dari rektor dan guru besar dalam menyumbangkan pemikiran strategis harus segera diimplementasikan demi kemaslahatan masyarakat.
“Permasalahan masyarakat saat ini membutuhkan buah pikiran, inovasi, dan solusi dari para akademisi. Ini saatnya dunia kampus membuktikan bahwa mereka bukan hanya mencetak lulusan, tetapi juga mampu menciptakan perubahan,” tegas Khofifah.
Ia juga menitipkan pesan agar forum ini dapat memaksimalkan konsep perguruan tinggi berdampak sehingga mampu melahirkan aksi nyata dan terukur, khususnya dalam merancang program pendidikan tinggi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kompetensi dan kesiapan kerja lulusan, serta penciptaan lapangan kerja.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




