Kiai Imad dan Habaib dianggap Sama Gragas Nasab, Aktivis NU: Prilaku Primitif dan Rasis

Kiai Imad dan Habaib dianggap Sama Gragas Nasab, Aktivis NU: Prilaku Primitif dan Rasis Mukhlas Syarkun. Foto: bangsaonline

“Tradisi ikhtilaf di NU sudah pakem saling menghargai,” tegas Mukhlas yang juga penulis buku Ensklopedi Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy'ari.

Mukhlas menilai Kiai Imad cenderung beraliran kanan. “Mungkin Kiai Imad dibesarkan dalam tradisi FPI sehingga begitu main mutlak mutlakan,” kata Mukhlas Syarkun.

Yang dimaksud FPI adalah organisasi Front Pembela Islam (FPI) yang sudah dibubarkan semasa Presiden Jokowi. FPI dipimpin Riziq Shihab, tokoh Ba’alawi atau etnis Arab, yang pernah mencaci Gus Dur buta mata buta hati. Riziq Shihab juga menghina bangsa Indonesia dengan mengatakan berhidung pesek.

Seperti diberitakan berbagai media, Rais ‘Aam Syuriah PBNU KH Miftahul Akhyar mendapat kecaman dari berbagai pihak karena dianggap membela Baalawy. 

Kiai Miftah – panggilan Kiai Miftahul Akhyar -bersama para pimpinan PBNU yang lain mengeluarkan surat instruksi, yang salah satu poinnya minta agar para fungsionaris NU di seluruh Indonesia tidak terlibat dalam organisasi Perjuangan Walisongo Indonesia-Laskar Sabilillah (PWI-LS) yang dipimpin Muhammad Abbas Billy Yachsi. PWI-LS adalah salah satu organisasi yang membela .

Ternyata surat instruksi PBNU yang sejatinya untuk meredam polemik nasab itu justru memicu konflik baru. Bahkan para pendukung dan Kiai Abbas bereaksi mengecam Kiai Miftah.  

Bahkan beberapa kiai atau ulama NU juga menyayangkan sikap PBNU yang dianggap tak bijak dan tidak bisa ngemong kader NU. Kiai Miftah dinilai memusuhi dan Kiai Abbas yang merupakan kader NU sendiri

Sampai berita ini ditulis caci maki terhadap Kiai Mifitachul Akhyar dan elit PBNU lainnya terus berlangsung, baik di media mainsteram maupun media sosial. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO