Foto: BANGSAONLINE
Yang menarik poin 4. Poin ini menyebut langsung organisasi Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS).
Poin 4 surat instruksi PBNU itu menyebutkan bahwa setiap fungsionaris pengurus dan kader Nahdlatul Ulama berkewajiban mencegah perpecahan (tafarruq) dan mendamaikan pertentangan (ishlah dzatil bain) serta melepaskan diri dari keterlibatan dalam pertentangan mengenai nasab, dari keikutsertaan dalam silang-pendapat yang meninggalkan adab maupun dari keikutsertaan dalam perkumpulan dan/atau organisasi yang sengaja dibentuk untuk menjalankan permusuhan terkait masalah nasab, seperti Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) maupun organisasi yang berseberangan dengan PWI-LS.
Organisasi PWI-LS dipimpin Muhammad Abbas Billy Yachsi. Menurut Kiai Asep, PBNU tidak mengerti siapa itu Abbas. Tidak mengerti siapa Imaduddin.
“Siapa Abbas itu? Siapa Imad itu?,” kata Kiai Asep yang dikenal sebagai ulama miliarder tapi dermawan.
Tapi benarkah Abbas dan Imaduddin itu minal muhibbin?
Nah, untuk mengetahui siapa Abbas dan Imaduddin serta bagaimana sikap Kiai Asep terhadap Habaib yang melarang syarifah nikah dengan orang pribumi atau orang Jawa, silakan tonton Podacast BANGSAONLINE yang yang pandu M. Mas’ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA, yang sekarang lagi viral di channel YouTube.
Jangan lupa subcrib, like dan komen ya? Alhamdulillah, sampai berita ini ditulis, Selasa (10/6/2025) pukul 10 siang, sudah ada 2,072 komentar, 1,6 ribu like dan 72,322 ribu penonton. Selamat menonton, semoga bermanfaat dan mencerahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




