Gubernur Khofifah saat melantik kepala sekolah. Foto: Devi Fitri Afriyanti/BANGSAONLINE
Gubernur Jatim juga menegaskan kembali pentingnya mengutamakan pendekatan ramah anak. Setiap persoalan permasalahan harus dihadapi dengan bijak, tanpa kekerasan dan pemaksaan.
Budaya penyelesaian masalah harus dibangun melalui dialog, pemahaman, dan pendekatan yang mendidik. Karena menurutnya pendidikan bukan ruang hukuman, melainkan ruang untuk bertumbuh.
"Jangan sampai permasalahan antara guru dan murid berujung di APH, aparat penegak hukum. Mari kita rawat pendidikan dengan kebijaksanaan dan kasih sayang," imbuhnya.
Sebagai salah satu unsur penting dalam lingkungan sekolah, Gubernur Khofifah menekankan kepala sekolah bukan hanya seorang manajer administratif.
Tetapi lebih dari itu, kepala sekolah memegang amanah dan mengambil peran sebagai pemimpin pendidikan, penentu arah budaya, dan penggerak perubahan karakter anak bangsa.
"Peran sekolah yang bukan hanya tempat belajar, tapi menjadi rumah kedua yang penuh nilai, kehangatan, dan semangat kebersamaan," ucapnya.
Oleh sebab itu, Gubernur Khofifah mengajak seluruh kepala sekolah di Jawa Timur untuk terus menjalin komunikasi yang intensif dan harmonis dengan orang tua siswa, komite sekolah, serta tokoh masyarakat.
Sinergi antara sekolah dan keluarga akan menjadi pondasi kuat dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral dan sosial.
"Mencetak generasi yang cerdas dan tangguh secara moral dan sosial adalah tugas bersama, sekolah, orang tua, komite dan masyarakat," terangnya.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Sampaikan Hal ini
Sementara itu Kepala Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, mengungkapkan sebenarnya prosesnya sejak Januari lalu, karena banyak kepala sekolah atau sekolah yang kosong. Kondisi ini mendapat perhatian Gubernur Khofifah, sehingga diinstruksikan agar jangan terlalu lama kosong. Kenapa, karena dobel fungsi tugas antara satu sekolah dengan sekolah lain sama-sama berat.
“Proses ini tidak hanya di pemerintah provinsi saja, tapi guru-guru dan kepala sekolah juga harus proses di BKN. Makanya harus segera dilantik. Karena saat ini adalah masa-masa injury time penandatanganan ijasah. Harapannya supaya kepala sekolah yang baru ini bisa menyesuaikan di sekolahnya masing-masing,” paparnya.
Jadi, tambahnya, pada hari ini ada dua proses. Pertama, mutasi dari satu sekolah ke sekolah yang lain. Kedua, promosi. Ada guru yang menjadi kepala sekolah. Promosi yang ditempatkan di berbagai sekolahnya yang kebetulan kosong (tidak ada kepala sekolah).
“Kita berharap percepatan pelantikan kepala sekolah ini tidak hanya dilakukan sekarang saja. Berikutnya akan ada gelombang pelantikan berikutnya, karena masih ada sekolah yang Plt, belum ada kepala sekolahnya,” ujarnya. (dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




