Daniel Chriestanto saat membersihkan patung Buddha. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
Jadi di waktu sebulan itu, umat Buddha melakukan puasa, namun ini bukan suatu keharusan. Tapi memang diimbau untuk melatih diri dengan berpuasa.
"Dalam periode ini, umat didorong untuk menjauhi perbuatan buruk dan menjalani hidup yang lebih tenang dan bersih," ucap Daniel.
Kemudian, ia menyebut dalam periode 'sebulan pendalaman dhamma' umat juga melakukan beberapa kegiatan seperti bersih-bersih vihara, bersih-bersih patung Buddha, dan beberapa kegiatan sosial lainnya, salah satunya memberikan sembako kepada warga.
"Rangkaian acara di vihara, meliputi puja bakti, pradaksina, serta meditasi bersama yang akan diikuti umat Buddha dari wilayah sekitar. Kami juga membuka diri bagi masyarakat umum yang ingin merasakan kedamaian dalam momen suci tersebut," paparnya.

Sedangkan Bhante Santamano Mahathera, menjelaskan Waisak memiliki tiga peristiwa penting bagi umat Buddha yang berhubungan dengan kehidupan Sidharta Gautama, yaitu kelahiran dan pencapaian yang sempurna dengan usaha sendiri dan mangkat.
"Tiga peristiwa itu diperingati untuk mengingat jasa-jasa perjuangan seorang manusia untuk mengeliminir atau menghilangkan atau menjauhkan diri dari yang namanya penderitaan," ujarnya. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




