Ilustrasi. Foto: Pinterest
BANGSAONLINE.com - Bulan Dzulhijjah dikenal sebagai salah satu bulan istimewa bagi umat Islam. Selain menjadi momentum pelaksanaan ibadah haji dan Hari Raya Idul Adha, bulan ini juga dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah. Di antara amalan sunnah yang banyak dibicarakan menjelang Idul Adha adalah puasa Tarwiyah dan Arafah.
Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, dua hari sebelum Idul Adha. Meski terdapat perbedaan pendapat mengenai hadits khusus tentang keutamaannya, puasa ini tetap termasuk amalan utama di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada perbuatan yang lebih disukai Allah daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah..." (HR. Bukhari, Ahmad, dan Tirmidzi).
Puasa Arafah
Puasa Arafah dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan wukuf jamaah haji di Padang Arafah. Bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, puasa ini sangat dianjurkan. Keutamaannya adalah penghapusan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Rasulullah SAW bersabda:
"...Puasa pada hari Arafah- aku mengharap dari Allah- menghapuskan (dosa) satu tahun yang telah lalu dan akan datang..." (HR. Muslim).
Selain itu, doa pada hari Arafah juga disebut mustajab. Rasulullah SAW bersabda:
"Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah..." (HR. Tirmidzi).
Puasa Tarwiyah dan Arafah bukan hanya ibadah sunnah, tetapi juga kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak amal, serta meraih keberkahan menjelang Idul Adha. Bagi umat Islam yang tidak berhaji, kedua puasa ini menjadi sarana spiritual untuk ikut merasakan keutamaan bulan Dzulhijjah. (mg3/rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




