Ki Ardhi Purbo Antono
Ki Ardhi yang juga merupakan pengurus Lesbumi PBNU ini juga menyatakan tidak tahu sama sekali mengenai siapa yang memasang banner-banner penolakan KEK itu.
"Tapi terkait pemasangan spanduk yang kemudian saya diceritakan akan menggerakkan dan menurunkan masa, Demi Allah, Demi Rosul tidak tersampaikan. Apalagi sampai mengajak orang untuk membubarkan KEK. Enggak lah," tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Ki Ardhi Purbo juga menyampaikan pesan dan keinginannya agar KEK yang berlokasi di Singosari juga memiliki spirit membawa seni budaya dan pelestarian tradisi.
"Saya punya usulan seni budaya, adat dan tradisi ayo digowo pisan ( mari dibawa juga). Ternyata program itu ada, cuma belum diselenggarakan," jelas Ki Ardhi.
Makanya untuk di awali ini, lanjut Ki Ardhi, kalau memang ada spirit melestarikan tradisi dan kebudayaan, keberadaan KEK tidak menjadi masalah.
"Artinya ini cuma masalah kalimat yang ada di media. Untuk gerakan massa, gerak menolak dan sebagainya. Itu bukan saya. Kita ini dididik kiai tidak seperti itu, tidak ada kiai mengajarkan anak-anaknya untuk menjadi pemberontak atau memberontak kebijakan-kebijakan yang menjadi kesepahaman bersama," tutup Dalang Ki Ardhi Purbo. (dad/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




