MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto, Joko Elia Sambodo, menyambut baik laporan keuangan jasa pelayanan yang diserahkan oleh manajemen RSUD RA Basoeni atau RSUD Gedeg, untuk klarifikasi terkait adanya isu pemberitaan diduga adanya pemotongan Jaspel karyawan sebesar 5 persen.
"Iya, kami sudah menerima laporan keuangan secara rinci mengenai legiatan jasa pelayanan (jaspel) dari RSUD RA Basoeni. Sebelumnya, sempat viral adanya dugaan potongan 5 persel jaspel di rumah sakit itu. Kemudian, kami menggelar rapat Hearing Komisi ll dengan RSUD RA Basoeni, agar ada klarifikasi dugaan pemotongan Jaspel karyawan RSUD RA Basoeni," paparnya saat dikonfirmasi, Selasa (29/4/2025).
BACA JUGA:
- Kiai Asep Targetkan Ketua DPRD, Saan Mustopa Nasdem Terkesan Relawan Gus Bara-Gus Habib Capai 27.000
- Dewan Desak Satpol PP Kabupaten Mojokerto Tertibkan Tiang Fiber Optic Ilegal
- Menjamurnya Tiang dan Kabel FO yang Diduga Ilegal di Kabupaten Mojokerto Jadi Sorotan Dewan
- Anggota Dewan ini Apresiasi Pameran Lukisan Nasional di Kabupaten Mojokerto
Dengan telah diserahkannya laporan keuangan mengenai jaspel di RSUD Gedeg, terjawab secara jelas dari rumor yang sudah beredar dugaan potongan jaspel, bahwa iuran jaspel telah disepakatai seluruh ASN yang bertugas di RSUD RA Basoeni.
Komisi ll DPRD Kabupaten Mojokerto juga telah merekomendasikan 3 hal untuk dilakukan RSUD RA Basoeni. Pertama tidak ada lagi pemotongan 5 persen, kedua peningkatan pelayanan masyarakat, dan ketiga pembenahan manajemen RSUD RA Basoeni.
"Alhamdulillah, sudah tidak ada lagi iuran jaspel di rumah sakit tersebut. Kami telah mempelajari laporan terperinci mengenai kegiatan iuran jaspel di RSUD RA Basoeni, dan laporan keuangan itu juga telah selesai di periksa BPK. Semua sudah clear, sudah tidak ada masalah lagi," kata Joko. (adv/ris/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




