Suasana bincang santai di Ponpes Tebuireng.
Sebagai pelaku utama industri musik tanah air, Dhani juga menyoroti potensi industri kreatif sebagai penggerak ekonomi masa depan. Menurutnya, anak muda Indonesia menyimpan bakat luar biasa yang bisa dikembangkan melalui dukungan ekosistem yang baik.
“Kita punya talenta hebat. Kalau diberi akses pelatihan, pendanaan, dan pasar yang memadai, industri kreatif bisa jadi mesin utama ekonomi kita,” ucapnya.
Sementara, KH. Mustain Syafi’i menambahkan, kekuatan budaya tak boleh diabaikan dalam perjalanan Indonesia menjadi negara besar. Baginya, budaya bukan sekadar warisan, tapi juga harus menjadi ekspresi kreatif yang relevan dengan zaman.
“Budaya harus tampil dalam bentuk baru yang digemari generasi sekarang bisa lewat film, musik digital, bahkan game,” jelasnya.
KH. Mustain menegaskan pentingnya sinergi antara pendidikan, budaya, dan ekonomi kreatif. Ia menilai, kegiatan seperti bincang inspiratif ini menjadi ruang penting untuk menanamkan visi besar kepada generasi muda.
“Membangun Indonesia tak cukup hanya dengan beton dan jalan tol. Harus juga membangun karakter, kreativitas, dan keberagaman. Dan pesantren bisa jadi bagian penting dari proses itu,” pungkasnya. (aan/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




