KH Fahmi Amrullah Hadzik (Gus Fahmi) saat membaca Kitab At-Tibyan karya Hadratussyaikh KH M. Hasyim Asy’ari di kediaman M. Mas'ud Adnan di Surabaya, Ahad (20/4/2025). Foto: bangsaonline
Gus Fahmi juga memberi contoh aurat seorang laki-laki saat shalat.
“Aurat laki itu antara pusar sampai dengkul (lutut) saat shalat. Artinya, ketika seseorang misalnya shalat pakai celana tiga seperempat, hanya menutupi udel (pusar) sampai dengkul (lutut), shalatnya sah, ” ujar Gus Fahmi.
Gus Fahmi kemudian mencontohkan dirinya sendiri. “Misalnya saya jadi khatib Jumat di Masjid Tebuireng pakai celana tiga seperempat. Yang penting nutupi udel karo dengkul (yang penting menutupi pusar dan lutut), shalat saya sah. (Shalat) makmumnya juga sah semua. Cuma makmumnya puyeng (pusing), sejak kapan imami sempel (sejak kapan imamnya gila),” ujar Gus Fahmi yang disambut tawa para alumni Tebuireng.
Gus Fahmi menjelaskan bahwa sahnya shalat mengenakan celana ukuran tiga seperempat itu masalah syariat, sedangkan mengenakan baju dan pakaian menutup aurat secara sempurna adalah masalah adab. Jadi, tegas Gus Fahmi lagi, kadang adab itu lebih utama ketimbang syariat.
Sebelum acara pengajian Kitab At-Tibyan, para alumni Pesantren Tebuireng itu istighatsah yang materinya juga dari Hadratussyaikh.
Sebelum pengajian Kitab At-Tibyan, para alumni Pesantren Tebuireng membaca istighatsah yang wiridnya ditulis Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy'ari.
Sekedar informasi, aurad istighatsah yang ditulis Hadratussyaikh sangat lengkap. Seperti pernah dituturkan Gus Zaky Hadzik, istighatsah dari Hadratussyaikh itu diawali bacaan Asmaul Husna, kemudian istighfar dan diakhiri dengan syair qoshidah yang ditulis As-Syayid Al Habib Abdullah bin Husain bin Thohir yang ada di kitab Manaqib Syaekh Abdul Qodir Al Jilani.
Hadratussyaikh KH M. Hasyim Asy'ari adalah pendiri Pesantren Teburieng yang juga pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU). (mma)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




