Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i.
112. Qāla rabbiḥkum bil-ḥaqq(i), wa rabbunar-raḥmānul-musta‘ānu ‘alā mā taṣifūn(a).
Dia (Nabi Muhammad) berkata, “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Tuhan kami adalah Tuhan Yang Maha Pengasih (dan) yang dimintai segala pertolongan atas semua yang kamu katakan.”
TAFSIR
Setelah diunggah berbagai panduan Tuhan untuk Rasul-Nya yang rahmah li al-alamin, kini Tuhan menambah informasi terkait kesaktian-Nya Sendiri. Dia yang Maha Kuasa sebagai maha mengetahui segala yang tersembunyi (ma taktumun), apalagi yang nampak (al-jahr).
Dia yang maha mengerti persoalan dengan segala efeknya, apa ini sebagai ujian (fitnah) atau sebagai kenikmatan unlimited (mata’ ila hin). Dialah Dzat yang maha memutus dengan al-haq (bi al-haq), Dialah Tuhan yang maha kasih (al-rahman), Dialah Tuhan sebagai tumpuan hamba meminta tolong (al-musta’an).
Bila harus disarikan, rasanya penutup surah ini hanya berpesan satu arah saja, yakni setelah berikhtiar seoptimal mungkin, maka wajib berserah diri kepada-Nya setotalitas mungkin. Allah a’lam.
Dengan segala kekurangan, ngaji surah al-anbiya’ khatam. In sya’ Allah nyambung surah berikutnya, al-Hajj.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




