Kantor Cabang Pegadaian Situbondo. Foto: SYAIFUL BAHRI/ BANGSAONLINE
Randika juga mengatakan belum adanya bantuan modal untuk UMKM menjadi faktor pelemahan daya beli masyarakat.
"Bantuan UMKM belum, ini stimulus yang bisa mengangkat ekonomi masyarakat," ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa deflasi yang terjadi sejak bulan Januari, bukanlah prestasi. Karena industri mengejar konsumsi. Menurutnya, hal itu justru menunjukkan kondisi ekonomi yang tidak sehat.
"Beberapa industri tidak menaikkan harga, karena mereka mengejar konsumsi penjualan. Pelaku UMKM bersaing dari sisi harga, menurunkan pendapatan, penurunan pendapatan berdampak pada daya beli masyarakat," jelasnya
Randika yang juga pelaku IKM kerajinan ini menyoroti tidak berimbangnya antara produksi dan konsumsi di Situbondo.
Masyarakat Butuh Stimulus dari Pemerintah
Ia mengungkapkan bahwa masyarakat Situbondo banyak berbelanja di luar daerah atau belanja online. Sehingga, uang banyak lari ke luar, sedangkan perputaran keuangan di Situbondo sedikit.
"Uang beredar di Situbondo terlalu sedikit, orang terlalu banyak konsumsi keluar daerah," cetusnya.
Randika menyebut belum melihat efektivitas kebijakan pemerintah daerah untuk menangani pelemahan daya beli masyarakat.
"Belum melihat program pastinya, berbentuk apa. Paling mengena yaitu bantuan modal untuk UMKM, sekarang gak ada," tuturnya.
Ia berharap pemerintah daerah membuka sentra-sentra ekonomi, seperti wisata maupun CFD.
"Itu menunjang, yang penting tidak politislah," pungkasnya. (sbi/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




