SITUBONDO,BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pasar pangan murah yang digelar Pemprov Jatim di Masjid Besar Mizabul Yaqin Situbondo, Senin, (24/3/2025).
Pasar murah ini sengaja digelar sebagai penetrasi kenaikan harga bahan pokok yang cenderung naik jelang momen lebaran Idulfitri.
BACA JUGA:
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Mediasi Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur di Situbondo Gagal, Proses Hukum Jalan Terus
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Orang Tua di Situbondo Laporkan Kakek 60 Tahun atas Dugaan Pencabulan Anak Usia 4,5 Tahun
Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menegaskan bahwa kegiatan pasar pangan murah ini juga untuk membantu masyarakat mengakses sembako murah di bulan Ramadhan dan jelang lebaran.
Didampingi Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Kadisperindag Jatim Iwan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Heru Suseno dan Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan, Gubernur Khofifah mengapresiasi masyarakat yang menyambut antusias gelaran pasar murah ini.
“Alhamdulillah banyak masyarakat yang menyambut gembira adanya pasar murah ini. Karena bahan pokok yang kita sediakan ini lebih murah dibandingkan harga pasar,” ujarnya.
Begitu tiba di lokasi pasar murah, Khofifah mengecek stok sembako yang dijual untuk masyarakat dan juga menyempatkan diri untuk membagikan telur dan beras kepada ibu-ibu.
Sembari membagikan, Khofifah menanyakan langsung perbandingan harga yang ada di pasaran dengan harga di pasar pangan murah.
"Harga telur, beras, gula dan minyak goreng di luar berapa? Kalau di sini harga sangat terjangkau. Meringankan masyarakat," ungkap Khofifah.
Ditegaskannya, program pasar murah ini dilaksanakan di 38 titik dengan tujuan memastikan masyarakat mendapatkan harga bahan pangan terjangkau, serta untuk menjadi penetrasi pasar agar bahan pangan yang dijual di atas HET bisa segera turun.
Harga Komoditas di Pasar Murah
Di pasar murah ini, harga gula di pasar rata-rata Rp 16.500 per kilogram, sedangkan di pasar murah ini dijual Rp 14.000 per kilogram.
Kemudian untuk Minyak Kita, harga di pasaran masih Rp 16.500 per kemasan, di pasar murah ini dijual Rp 13.000. Begitu juga dengan cabai harga di pasar sekitar Rp 85-90 ribu per kilogram, sedangkan di pasar murah ini dijual Rp 70 ribu per kilogram.
"Kita ingin meringankan beban masyarakat menjelang lebaran karena kebutuhan menyiapkan lebaran dilakukan oleh setiap keluarga. Harapannya menjadi bagian untuk memberikan kebahagiaan masyarakat sekitar," tutur Khofifah.
Tercatat, harga bahan pokok di Situbondo, untuk Beras Premium harga pasar Rp 14.500/kg sedangkan HET Rp. 14.900/kg. Untuk Beras medium harga di pasar Situbondo Rp. 12.666/kg, sedangkan HET Rp. 12.500/kg.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




