Kantor Disdikbud Situbondo.
"Kita jarang melihat orang 'kajegen' (gotong royng), sekarang permainan anak-anak sangat individualistis, main hp yang lama," keluhnya.
Ia lalu meminta OPD terkait untuk merumuskan dan menerapkan kebijakan 5 hari sekolah.
"Silakan diatur, saya bilang Kepala Dinas, diskusi dengan Kemenag, siapapun stakeholder, NU, Muhammadiyah, semua," ucapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Disdikbud Situbondo, Fathor Rakhman, menyatakan pihaknya tengah merumuskan wacana 5 hari sekolah.
"Sedang penggodokan, melibatkan user terutama sekolah Kita akan undang, sekolah yang berpengalaman melaksanakan 5 hari sekolah," ujarnya.
Dalam penggodokan itu, ia menyebut hari sekolah antara Senin-Jumat, dan waktunya dimulai 6.30-13.30 atau 14.00 WIB.
"Mana yang menjadi pilihan Bupati, itu hak prerogatif beliau," akunya.
Fathor menyatakan hal-hal yang dilakukan pihaknya dalam meramu konsep 5 hari sekolah.
"Misalnya mengurangi waktu istirahat, mata pelajaran tidak dikurangi tapi dipadatkan, mata pelajaran hari Sabtu digeser ke hari lainnya. Dan ekstra kurikuler bisa diisi hari Jumat," paparnya,
Terkait dengan ketentuan anak didik SD harus menyertakan sertifikat atau surat keterangan Madin, ia mengirim surat instruksi ke sekolah dilingkungannya.
"Akan kita instruksikan untuk sekolah negeri, minta sekolah untuk menerima siswa dengan keterangan madin," imbuhnya.
Fathor menyebutkan kemungkinan kebijakan 5 hari sekolah diimplementasikan pada tahun pelajaran ini.
"Kita upayakan tahun pelajaran ini bisa diterapkan," pungkasnya. (sbi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




