Kantor Disdikbud Situbondo.
SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menjelaskan filosofi lahirnya kebijakan 5 hari sekolah. Kemudian, ia menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Situbondo untuk merumuskan konsep kebijakan tersebut.
"Ide awal memperpendek jam sekolah, itu saja," ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (12/3/2025).
BACA JUGA:
- Eldira Smarthome Situbondo Gelar Family Gathering, Hadirkan Juara Mini Miss Global
- Situbondo Nyatakan Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 PBNU
- Tegaskan Komitmen dan Integritas, Bupati Situbondo Wawancara 27 Pejabat Eselon II
- Percepatan Pembangunan Desa, Pemkab Situbondo Terapkan Konsep Kecamatan Tematik
Rio menjelaskan maksud pengurangan jam sekolah, untuk memberikan waktu yang cukup kepada anak didik untuk bermain.
"Dikurangi jam sekolah, memperbanyak kegiatan di luar sekolah seperti permainan tradisional," katanya.
Ia ingin waktu 5 hari sekolah itu (Senin-Jumat) sebagaimana jam biasanya. Sedangkan pada Sabtu bisa diisi dengan kegiatan keagamaan.
"Tiga unsur inilah, mengurangi jam sekolah, memperbanyak bermain, dan hari Sabtu gunakan kegiatan keagamaan, esensi 5 hari sekolah," ucapnya.
Rio pun meminta agar anak didik tidak dibebani dengan banyaknya mata pelajaran yang memberatkan.
"Saya lihat anak sekolah pikul tas dengan buku-buku yang berat," tuturnya
Dalam penerapannya, ia berharap untuk mengintegrasikan Madrasah Diniyah (Madin) dengan kebijakan 5 hari sekolah.
"Dua hal itu kita kombinasikan, kita buat visi misi itu, kita kampnyekan (ketika Pilkada)," sebutnya.
Untuk menghidupkan Madin, ia membayangkan semua anak didik di Situbondo mengenyam pendidikan Madin. Rio mewajibkan anak SD menyertakan sertifikat Madin untuk masuk ke jenjang sekolah di atasnya.
"Harus anak didik menyertakan sertifikat madin untuk mendaftar ke SMP," cetusnya.
Selain itu, ia menekankan 5 hari kerja ini memberikan dampak positif pada pendidikan karakter.
Rio turut mengeluhkan adanya pergeseran nilai dari masyarakat paguyuban (gemeinschaft) menjadi masyarakat patembayan (gesellschaft).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




