Ketua Baznas Jatim, Prof Dr KH Ali Maschan Moesa saat memberi sambutan
Dengan menggandeng Bank Jatim untuk bermitra, secara otomatis gaji dan lain tiap bulannya akan terpotong untuk zakat profesi.
"Kalau boleh dikatakan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan sudah sangat luar biasa. Sehingga berimbas pada kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Baznas Jatim juga semakin meningkat," ungkapnya.
Dalam memasuki bulan suci Ramadan, Imam menerangkan bahwa para ASN rata-rata menunjukkan peningkatan dalam membayar zakat, infak, dan sedekahnya. Hal ini terbukti mampu meningkatkan potensi dana zakat sepanjang tahun 2024 lalu
"Kemudian, ada sejumlah program dari Pemprov Jatim bekerja sama dengan Baznas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Seperti, pemberian santunan terhadap anak-anak yatim," terangnya.

"Hal itu untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki telah tersalurkan dengan tepat sasaran. Hal itu juga menunjukkan bahwa program-program dari Baznas Jatim seiring dan seirama dengan program-progam Pemprov Jatim," sambungnya.
Tak hanya semata-mata memberikan santunan, Imam menegaskan bahwa bagaimana masyarakat Jatim itu bisa dikuatkan di dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonominya.
"Memutuskan mata rantai kemiskinan itu tidak hanya berupa pemberian santunan saja. Namun yang lebih penting, bagaimana merubah konsep pemikiran atau mindset masyarakat, yaitu melalui pendidikan," pungkasnya.
Kegiatan rakor juga dihadiri oleh Waka I Baznas Jatim Drs KH Masnuh MA, Waka II Baznas Jatim Dr KH Ahsanul Haq MPdI, Waka III Baznas Jatim Dr KH Muhammad Zakki MSi, Waka IV Baznas Jatim Dr KH Husnul Khuluq MM. (ari/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




