ILEGAL - Para peserta wisuda ilegal di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, 19 September 2015. foto: tempo
TANGERANG, BANGSAONLINE.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) menggerebek wisuda sarjana dari kampus yang sudah nonaktif. Wisuda bodong yang berlangsung di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Sabtu (19/9) itu diikuti oleh lebih dari 1.000 orang.
"Wisuda ini digerebek karena kampusnya melakukan proses pembelajaran yang tidak benar. Kampus sudah nonaktif, tapi melakukan wisuda," kata Menristek Dikti M Nasir, Minggu (20/9) malam, dikutip dari detik.com.
BACA JUGA:
- Wali Kota Kediri Diskusi dengan 16 Pimpinan Perguruan Tinggi, Sinergi Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- ITS Masuk Urutan Pertama Kampus Terbaik Logistik dan Manajemen Rantai Pasok di Indonesia
- Guru Besar ITS Raih Penghargaan di Ajang BI Awards 2024
- Gaji Kecil, Viral #JanganJadiDosen, Kenapa Gaji ASN Depkeu, Depdagri, Pajak, BUMN Besar?
Penggerebekan itu dilakukan pada Sabtu (19/9) kemarin di Universitas Terbuka Convention Center, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Namun, wisuda itu bukan dilaksanakan oleh Universitas Terbuka (UT). "Itu tempatnya saja yang di UT, bukan wisudanya UT," ucap Nasir.
Kampus yang menyelenggarakan wisuda bodong itu adalah Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Telematika, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Suluh Bangsa, dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT). Ketiganya berada di bawah satu yayasan yaitu Yayasan Aldiana Nusantara. "Yayasannya sudah mengakui hal itu," ujarnya.
Menurut Nasir, panitia berubah-ubah dalam menyampaikan jumlah peserta wisuda. Awalnya menyebut 600 orang, namun kemudian bertambah jadi 800 orang. Kementerian Ristek Dikti sendiri yakin jumlahnya lebih banyak daripada itu. "Kemarin jumlahnya 1.235 orang, tapi kenyataannya lebih dari itu. Bisa sampai 1.500 orang (peserta wisuda). Wisuda bodonglah ini. Kok mau-maunya ya mereka ini," ungkap Nasir.
Sementara, Dini Nurul Hakim, 22 tahun, mahasiswa S-1 teknik informatika dari Yayasan Insani Subang, Jawa Barat, yang mengikuti wisuda dari Yayasan Aldian Nusantara tidak bisa menyebutkan secara jelas nama kampus tempat ia belajar. "Di Subang saya kuliah di Yayasan Insani, pokoknya kami ikut pembelajaran di sana di bawah Yayasan Aldian Nusantara. Saya kuliah selama empat tahun, delapan semester, dan mendapat 144 SKS," kata Dini seusai mengikuti wisuda di Universitas Terbuka Convention Center, Tangerang Selatan, dikutip dari tempo.co.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




