Kepala MAN 2 Tuban Bantah Keluarkan Tiga Siswanya, Jelaskan Duduk Perkara

Kepala MAN 2 Tuban Bantah Keluarkan Tiga Siswanya, Jelaskan Duduk Perkara Kepala MAN 2 Tuban, H Tasmo, saat ditemui di ruang kerjanya.

"Tapi, lagi-lagi anaknya belum bangun. Lantaran orang tuanya broken home dan bekerja di luar kota, sehingga wali kelas tidak pernah ketemu ortunya," ucap Tasmo.

"Untuk siswa yang satu ini juga pernah ditawari tinggal di Ma'had atau Pesantren MAN 2 Tuban, tapi tidak mau. Dan hingga saat ini yang bersangkutan juga tidak terlihat di madrasah. Artinya, hingga saat ini kami juga belum membuat surat pengeluaran untuk dia (Afrizal)," papar Tasmo.

Kemudian siswi atas nama Risma. Ia tidak masuk sekolah lantaran saat dikonfirmasi yang bersangkutan hendak menikah.

"Memang awalnya pada 4 November 2024 lalu anaknya pernah diajak ketemu oleh wali kelas. Pasalnya, pihak madrasah mendapatkan adanya tentang foto dan video syur atau senonoh. Setelah dikonfirmasi pada anaknya, ternyata foto dan video tersebut benar," beber Tasmo.

"Adanya informasi ini orang tua langsung diundang ke sekolah. Yang datang bapak dan kakaknya, kemudian cari solusi bersama-sama," timpal Waka Kesiswaan MAN 2 Tuban, Muktamir, saat mendampingi Tasmo.

Amir, sapaan akrabnya, menyebut hasil dari pertemuan tersebut, orang tua sepakat akan menyelesaikan masalah foto dan video syur putrinya. Sementara pihak guru atau madrasah mencarikan solusi akademik.

"Tapi, setelah itu, guna menghindari hal-hal yang terjadi, maka diputuskan mencari sekolah lain," ungkap Amir.

"Upaya pengawalan berhasil dan mendapatkan surat penerimaan, maka akan segera menindaklanjuti dengan surat pindah. Orang tua Senin lapor diri dan Jumat out. Tapi informasi yang berkembang Risma dikabarkan mau menikah," terang Amir.

Selanjutnya, untuk persoalan siswi Bunga (bukan nama sebenarnya), Amir juga memastikan tidak ada tindakan pengeluaran dari pihak madrasah.

MAN 2 Tuban juga memastikan bahwa yang bersangkutan tidak nunggak SPP dan tidak ada perundungan.

Tapi, berdasarkan pantauan dari wali kelas, Bunga seperti tidak betah saat di sekolah. Ketika ditangani oleh BK, ia mengaku ingin pindah sekolah. Sempat ditawari untuk belajar di Ma'had MAN 2 Tuban, yang bersangkutan juga tidak mau.

"Karena siswi ini ingin pindah sekolah, jadi kami tindak lanjuti. Dan itu bukan kami yang mengeluarkan Bunga, apalagi gegara nunggak SPP maupun kasus perundungan. Kalau Bunga sendiri saat ini kelas XI, dan bukan kelas XII," tutup Amir. (wan/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO