Siuasi Ghaza yang hnacur akibat perang. Warga Palestina mencari korban di lokasi serangan Israel terhadap rumah-rumah di kamp pengungsi Jabalia, rumah sakit Indonesia, di Jalur Gaza utara (18/11/2023). ANTARA/REUTERS/Fadi Alwhidi/aa.
JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Steve Witkoff, Utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Timur Tengah, menyebut Indonesia terkait Gaza. Menurut seorang pejabat transisi yang mengetahui langsung tentang proses gencatan senjata seperti dilansir dari NBC, Witkoff sedang mempertimbangkan melakukan kunjungan ke Jalur Gaza dalam payanya untuk menjaga kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas tetap berlangsung.
Mengutip sumber NBC, Tempo.co melansir bahwa Steve Witkoff mengatakan membawa nama Indonesia untuk merelokasi warga Gaza sebanyak 2 juta orang. Mereka akan dipindahkan sementara selama pembangunan kembali wilayah Gaza.
BACA JUGA:
- Kunjungi Amanatul Ummah, Kementerian Pendidikan Palestina: Mereka Bunuh Kami Karena Belum Beradab
- Jelang Ramadan, Polisi Israel Tangkap Imam Masjidil Aqsha
- Dilepas Gubernur Khofifah, Ride for Palestine 2025 Bawa Pesan Kemanusiaan dari Surabaya ke Kemenlu
- HUT ke-80 RI, Baznas Terjunkan Bantuan Seberat 80 Ton ke Gaza Lewat Airdrop
"Pertanyaan tentang bagaimana membangun kembali Gaza masih belum terjawab, selain ke mana sekitar 2 juta warga Palestina dapat direlokasi sementara ini. Indonesia, misalnya, adalah salah satu lokasi yang sedang dibahas untuk beberapa dari mereka," kata pejabat transisi tersebut yang dikutip dari NBC.
Witkoff berencana ke Timur Tengah selama beberapa minggu untuk memecahkan masalah gejolak di lapangan. Ia yakin gejolak di lapangan itu bisa membatalkan kesepakatan dan menghentikan pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas setiap saat.
Masih menurut NBC, pada saat yang sama, Witkoff berupaya mencapai stabilitas jangka panjang bagi warga Israel dan 2 juta warga Palestina yang mengungsi. Kesepakatan gencatan senjata melalui tiga fase.
Tahap pertama, yang dimulai pada hari Minggu, akan berlangsung sekitar enam minggu dan melibatkan pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas dan warga Palestina yang ditahan oleh Israel. Tahap kedua akan dinegosiasikan selama tahap pertama dan diharapkan akan menghasilkan pembebasan sandera tambahan dan penarikan pasukan Israel dari Gaza. Sasaran dari tahap terakhir, yang juga masih perlu dinegosiasikan, adalah untuk mengakhiri perang dan mulai membangun kembali Gaza.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




