Feliga Agit (pakai helm safety) saat memimpin sidak Komisi IV DPRD Kabupaten Ngawi ke proyek PT GFT
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Komisi IV DPRD Kabupaten Ngawi meminta proyek pengurukan pabrik mainan, PT GFT di Kecamatan Geneng dihentikan sementara.
Alasannya karena aduan masyarakat soal Jalan Raya Ngawi – Maospati yang licin akibat ceceran lumpur dari truk pengangkut material tanah urug.
BACA JUGA:
- Kaca Depan Pecah dan Sopir Terluka, 3 Pelajar Pelempar Bus Ditangkap di Padas Ngawi
- DPRD Kota Batu Soroti Alih Fungsi Lahan hingga Aset Daerah dalam Pembahasan Tiga Raperda
- Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Galian C Ngawi
- Warga Rejomulyo Ngawi Keluhkan Bau Peternakan Ayam Petelur, Minta Perbaiki Pengelolaan Limbah
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Ngawi, Feligia Agit Hendiadi memimpin inspeksi di lokasi pembangunan.
"Dengan adanya pengaduan masyarakat dan seringnya terjadi kecelakaan kita melakukan tindak lanjut hari ini," kata Selasa(7/1/2025).
“Rekomendasi kami, menghentikan sementara operasional pengurukan ini sampai ada water trap,” imbuhnya
Menurutnya dengan ada water trap, truk pengangkut material urug bisa bersih dari sisa-sisa lumpur. Tidak ada lagi lumpur yang bercecer di jalan raya, sehingga tidak licin dan tidak menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




