Warga berbondong-bondong membersihkan material yang terbawa banjir di Kecamatan Kendit, Situbondo (dok. Ist)
SITUBONDO,BANGSAONLINE.com - Dosen Teknik Kelautan, Universitas Abdurrahman Saleh (Unars), Situbondo, Ani Listriyana angkat bicaara mengenai banjir bandang di Kecamatan Kendit.
Menurut dosen yang mengampu mata kuliah Mekanika Fluida, Hidrolika itu , kondisi hutan gundul jadi faktor utama penyebab banjir.
BACA JUGA:
- DPRD Kota Batu Soroti Alih Fungsi Lahan hingga Aset Daerah dalam Pembahasan Tiga Raperda
- DPRD Kota Madiun Serahkan Rekomendasi LKPj 2025 ke Plt Walkot
- DPRD Kabupaten Mojokerto Soroti Kelalaian Perlindungan Kerja, Perusahaan Diminta Tanggung Jawab
- Gelar Paripurna, DPRD Kabupaten Madiun Siapkan Pansus Bahas Raperda Aset dan PDAM
"Kalau dilihat dari pinggir jalan terlihat sangat rimbun, dilihat pakai drone kita nggak tahu tengah-tengahnya itu pun juga tidak seindah yang dilihat yang di depan," Kata Ani Listriyana kepada BANGSAONLINE, Jumat (27/12/2024).
Ani menganggap mitigasi bencana banjir yang dilakukan kurang berhasil. Selain itu, untuk melihat kapasitas banjir dapat dilihat dari sejumlah faktor.
"Faktor curah hujan, karakteristik wilayahnya, kondisi sungainya serta kapasitas saluran atau bendungan," jelasnya.
Menurutnya, untuk membuat perencanaan mitigasi banjir yang efektif perlu mengetahui debit banjir dari data yang dihimpun.
"Proses bisa dengan analisa data atau simulasi banjir agar hitungannya efektif atau belum," ungkapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




