Jumat, 23 Agustus 2019 08:56

KH Hasyim Muzadi Kunjungi Sumur Tua Bojonegoro, Minta Produksi Migas tetap Lancar

Rabu, 16 September 2015 17:58 WIB
KH Hasyim Muzadi Kunjungi Sumur Tua Bojonegoro, Minta Produksi Migas tetap Lancar
TIBA. Watimpres KH Hasyim Muzadi (baju putih) saat tiba di depan rumah dinas Bupati Bojonegoro, Suyoto. Kiai Hasyim langsung disambut Bupati Bojonegoro, Kang Yoto. foto: Eky Nurhadi/BANGSAONLINE

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Salah satu keistimewaan minyak dan gas bumi (Migas), di Kabupaten Bojonegoro adalah sebagai penyumbang terbesar bagi kebutuhan minyak nasional, yakni 20% minyak mentah. Sehingga ke depan proses eksplorasi dan eksploitasi minyak mentah di Kota Ledre diharapkan tidak ada kendala.

“Jangan sampai ada hal-hal yang membuat produksi minyak di Bojonegoro menjadi terkendala,” ujar anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Hasyim Muzadi saat melakukan kunjungan ke Bojonegoro, Rabu (16/9).

Oleh sebab itu, Watimpres bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengajak seluruh Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) serta masyarakat untuk bisa duduk bersama dan berkoordinasi apa saja yang menjadi permasalahan di lapangan selama ini.

“Perlu adanya komunikasi dengan semua pihak secara berkala,” pinta mantan Ketua PBNU itu.

Dia meminta ke depan Pemkab Bojonegoro melakukan rapat mingguan dengan semua KKKS baik itu Pertamina EP, JOB P-PEJ, maupun Exxon Mobil Cepu Ltd. (EMCL). Hal itu untuk menghindari malapetaka seperti yang terjadi di daerah penghasil migas lainnya. “Kita harus menghindari adanya konflik sosial dan bencana seperti lumpur Lapindo di Sidoarjo,” tukasnya.

Kunjungan Watimpres ke Bojonegoro itu dalam rangka mengunjungi sumur tua di wilayah Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Sebelum bertolak ke sumur tua, Hazim Muzadi memaparkan fungsi Watimpres kepada sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bojonegoro.

Menurutnya, Watimpres memiliki tiga fungsi, di antaranya mencermati adanya konflik yang bersifat ekonomis, mengurangi kemungkinan konflik yang bersifat politis dan mengurangi kemungkinan yang bersifat sosial.

"Karena Bojonegoro ini merupakan lahan basah (ada industri minyaknya,red) sehingga tidak menutup kemungkinan muncul baik gejolak sosial maupun ekonomis," tuturnya. (nur/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...