Rabu, 12 Agustus 2020 04:22

KH Hasyim Muzadi Kunjungi Sumur Tua Bojonegoro, Minta Produksi Migas tetap Lancar

Rabu, 16 September 2015 17:58 WIB
KH Hasyim Muzadi Kunjungi Sumur Tua Bojonegoro, Minta Produksi Migas tetap Lancar
TIBA. Watimpres KH Hasyim Muzadi (baju putih) saat tiba di depan rumah dinas Bupati Bojonegoro, Suyoto. Kiai Hasyim langsung disambut Bupati Bojonegoro, Kang Yoto. foto: Eky Nurhadi/BANGSAONLINE

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Salah satu keistimewaan minyak dan gas bumi (Migas), di Kabupaten Bojonegoro adalah sebagai penyumbang terbesar bagi kebutuhan minyak nasional, yakni 20% minyak mentah. Sehingga ke depan proses eksplorasi dan eksploitasi minyak mentah di Kota Ledre diharapkan tidak ada kendala.

“Jangan sampai ada hal-hal yang membuat produksi minyak di Bojonegoro menjadi terkendala,” ujar anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Hasyim Muzadi saat melakukan kunjungan ke Bojonegoro, Rabu (16/9).

Oleh sebab itu, Watimpres bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengajak seluruh Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) serta masyarakat untuk bisa duduk bersama dan berkoordinasi apa saja yang menjadi permasalahan di lapangan selama ini.

“Perlu adanya komunikasi dengan semua pihak secara berkala,” pinta mantan Ketua PBNU itu.

Dia meminta ke depan Pemkab Bojonegoro melakukan rapat mingguan dengan semua KKKS baik itu Pertamina EP, JOB P-PEJ, maupun Exxon Mobil Cepu Ltd. (EMCL). Hal itu untuk menghindari malapetaka seperti yang terjadi di daerah penghasil migas lainnya. “Kita harus menghindari adanya konflik sosial dan bencana seperti lumpur Lapindo di Sidoarjo,” tukasnya.

Kunjungan Watimpres ke Bojonegoro itu dalam rangka mengunjungi sumur tua di wilayah Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Sebelum bertolak ke sumur tua, Hazim Muzadi memaparkan fungsi Watimpres kepada sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bojonegoro.

Menurutnya, Watimpres memiliki tiga fungsi, di antaranya mencermati adanya konflik yang bersifat ekonomis, mengurangi kemungkinan konflik yang bersifat politis dan mengurangi kemungkinan yang bersifat sosial.

"Karena Bojonegoro ini merupakan lahan basah (ada industri minyaknya,red) sehingga tidak menutup kemungkinan muncul baik gejolak sosial maupun ekonomis," tuturnya. (nur/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...