Minggu, 20 Oktober 2019 08:37

KH Hasyim Muzadi Kunjungi Sumur Tua Bojonegoro, Minta Produksi Migas tetap Lancar

Rabu, 16 September 2015 17:58 WIB
KH Hasyim Muzadi Kunjungi Sumur Tua Bojonegoro, Minta Produksi Migas tetap Lancar
TIBA. Watimpres KH Hasyim Muzadi (baju putih) saat tiba di depan rumah dinas Bupati Bojonegoro, Suyoto. Kiai Hasyim langsung disambut Bupati Bojonegoro, Kang Yoto. foto: Eky Nurhadi/BANGSAONLINE

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Salah satu keistimewaan minyak dan gas bumi (Migas), di Kabupaten Bojonegoro adalah sebagai penyumbang terbesar bagi kebutuhan minyak nasional, yakni 20% minyak mentah. Sehingga ke depan proses eksplorasi dan eksploitasi minyak mentah di Kota Ledre diharapkan tidak ada kendala.

“Jangan sampai ada hal-hal yang membuat produksi minyak di Bojonegoro menjadi terkendala,” ujar anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Hasyim Muzadi saat melakukan kunjungan ke Bojonegoro, Rabu (16/9).

Oleh sebab itu, Watimpres bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengajak seluruh Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) serta masyarakat untuk bisa duduk bersama dan berkoordinasi apa saja yang menjadi permasalahan di lapangan selama ini.

“Perlu adanya komunikasi dengan semua pihak secara berkala,” pinta mantan Ketua PBNU itu.

Dia meminta ke depan Pemkab Bojonegoro melakukan rapat mingguan dengan semua KKKS baik itu Pertamina EP, JOB P-PEJ, maupun Exxon Mobil Cepu Ltd. (EMCL). Hal itu untuk menghindari malapetaka seperti yang terjadi di daerah penghasil migas lainnya. “Kita harus menghindari adanya konflik sosial dan bencana seperti lumpur Lapindo di Sidoarjo,” tukasnya.

Kunjungan Watimpres ke Bojonegoro itu dalam rangka mengunjungi sumur tua di wilayah Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Sebelum bertolak ke sumur tua, Hazim Muzadi memaparkan fungsi Watimpres kepada sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bojonegoro.

Menurutnya, Watimpres memiliki tiga fungsi, di antaranya mencermati adanya konflik yang bersifat ekonomis, mengurangi kemungkinan konflik yang bersifat politis dan mengurangi kemungkinan yang bersifat sosial.

"Karena Bojonegoro ini merupakan lahan basah (ada industri minyaknya,red) sehingga tidak menutup kemungkinan muncul baik gejolak sosial maupun ekonomis," tuturnya. (nur/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...